Kekuatan Cinta

Bacaan hari ini: Kidung Agung 6-8
“Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.” (Kidung Agung 7:6)

Apa yang membedakan cinta palsu dan cinta yang sejati? Untuk orang zaman sekarang, ukuran cintanya mungkin diukur dalam hal materi, kecantikan, fasilitas dan macam-macam jaminan yang dijanjikan.

Suatu kali, ada satu pasang suami-istri baru menikah, dan hanya tahan beberapa hari lalu mereka bercerai. Kejadian itu tidak pernah diduga oleh pengantin pria. Saat bulan madu malam pertama berlalu, keesokannya, ia bangun dan kaget, ia tidak melihat istrinya dan semua barang-barangnya raib, dibawa kabur bersamanya. Sementara itu, kita lihat hubungan cinta gembala dan gadis Sulam memiliki kekuatan cintanya tersendiri. Seolah-olah, tidak ada sesuatu pun bisa memisahkan cinta mereka berdua.

Kekuatan cinta mereka terletak pada cinta sejati mereka. Murni cinta pada orangnya, pribadinya dan segala sifat dalam diri pasangannya. Bukan di luar dirinya, seperti aksesorinya, perhiasannya, riasannya, pakaiannya atau barang-barang berharganya. Pujian gembala terhadap gadis Sulam ini berbunyi demikian, “Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, putri yang berwatak luhur” (Kid. 7:1). Keanggunan jiwa dan kelembutan hati gadis Sulam telah meluluhkan hati gembala pujaannya. “Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!” (Kid. 7:12). Hendaknya orang-orang yang menjalin cinta atau pasangan-pasangan yang sudah menikah memiliki cinta sejati seperti mereka.

Kekuatan cinta tercipta karena ada pengertian, saling menerima dan saling memuji antara satu sama lain. Sebaliknya, keretakan cinta terjadi karena saling menghina dan menjatuhkan. Bagi mempelai pria, tiada ungkapan selain pujian, demikian juga bagi gadis Sulam sebagai mempelai perempuan. Dalam pasal 8:6 dikatakan, “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut.” Bahkan mereka mengakui, “Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.” Demikian juga kasih Kristus kepada jemaat-Nya, tidak ada sesuatu apa pun yang dapat memisahkan kita dari Kristus.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s