Kecemburuan Tuhan

Bacaan hari ini: Yesaya 9:1-6
“… karena ia mendasarkan dan mengokohkannya … sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.” (Yesaya 9:6)

Kita lebih senang membicarakan Allah yang Kasih daripada Allah yang cemburu. Salah satu alasannya adalah karena kata “cemburu” sering diidentikkan dengan sifat yang jelek. Tetapi Alkitab, Firman Tuhan, menyatakan bahwa Allah kita adalah Allah yang cemburu. Apa maksudnya? Kata “cemburu” sebenarnya mempunyai pengertian positif. Cemburu tidak sama dengan iri hati yang berarti menginginkan sesuatu yang ada pada diri orang lain karena kita tidak memilikinya. Cemburu adalah keinginan untuk mempertahankan sesuatu yang memang adalah miliknya. Jadi, Allah yang cemburu adalah Allah yang berkeinginan untuk mempertahankan apa yang menjadi milik-Nya. Bagian firman Tuhan ini dapat dimengerti bahwa ini adalah tindakan Allah untuk mempertahankan (menyelamatkan) apa yang menjadi milik-Nya.

Yesaya 9:1-6 sering disebut sebagai salah satu nubuatan untuk Sang Mesias, Tuhan Yesus. Terutama ketika kita membandingkan dengan yang ada dalam Lukas 1:32-33, yaitu berita dari malaikat ketika menyampaikan kabar kelahiran Tuhan Yesus kepada Maria. Dinyatakan bahwa akan ada pertolongan Tuhan melalui kelahiran seorang Putra, yang adalah Anak Allah sendiri, yang akan membawa pembebasan dari dosa. Dia akan lahir dari garis keturunan Daud dan takhta-Nya akan kokoh untuk selamanya, sehingga mereka yang dalam gelap akan melihat terang, akan ada sukacita seperti menyambut panen dan kemenangan dari perang, karena kuk perhambaan telah dilepaskan dari mereka. Demikian yang terjadi dalam kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, yang dulunya adalah hamba dosa. Kita dilepaskan dari perhambaan dosa dan kembali kepada Tuhan, Pencipta dan Pemilik kehidupan kita, sehingga hidup kita yang dulunya dalam gelap sekarang hidup di dalam terang, hidup kita yang dulunya ada di dalam kekelaman sekarang ada di dalam sukacita besar.

Allah yang cemburu tidak ingin kita yang adalah milik-Nya, berpaling dari-Nya. Karena itu Dia bertindak mempertahankan kepemilikan-Nya atas hidup kita, dan mengutus Tuhan Yesus menebus dosa kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s