Merenungkan Sorga

Yohanes 17:4-5

4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Bagi Kristus, hidup kekinian adalah usaha mengerti kehendak Allah bagi pribadi kita, dan menyelesaikan kehendak Allah tersebut.

Hidup kekinian adalah usaha merampungkan progam Allah dalam diri kita. Dan ini berarti, hidup memuliakan Allah.

Bagi Kristus, hidup kekal adalah pemuliaan diri kita oleh Allah.

Ini adalah pemulihan total gambar dan rupa Allah dan pemuliaan sempurna sebagai ciptaan tertinggi.

Filipi 1:20-25

20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik;

24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman

Bagi Paulus, hidup kekinian adalah dalam rangka misi Kristus (“hidup adalah Kristus”). Yang diartikan sebagai “bekerja memberi buah”, tapi, ups, bukan buah di kekekalan, tapi di bumi ini, yakni “supaya kamu (jemaat Filipi) makin maju…” Dan dia rumuskan semua itu sebagai usaha memuliakan Kristus.

Hidup kekekalan adalah “diam bersama-sama dengan Kristus”, suatu hubungan dan keintiman persekutuan nan mesra antara Pencipta dan ciptaan, tanpa kesenjangan karena kurang pengenalan dan tanpa rintangan karena kurang kekudusan. Istilah apa yang lebih tepat untuk menggambarkan hal ini kecuali kemuliaan yang sempurna?

Surga, jadinya, adalah berdiam secara sempurna bersama Kristus (di bumi kita sudah mulai merasakan surga), dan neraka adalah terpisah secara total dari Kristus (di bumi ‘taste of hell’ jelas dapat kita saksikan).

Kesimpulan: Hidup kekinian adalah usaha memuliakan Allah, dan hidup kekekalan adalah Allah memuliakan kita.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s