Renovasi Hati, Bukan Sekadar Dekorasi

Bacaan hari ini: Yesaya 29:13-16
“Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap Tuhan, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: ‘siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?’” (Yesaya 29:15)

Mempunyai rumah impian. Siapakah yang tidak ingin memiliki rumah Myang indah? Bahkan, beberapa orang rela bekerja keras untuk mendapatkannya. Namun sayang, banyak orang yang tertipu akan rumah impian. Rumah yang seringkali didekorasi “ciamik” sedemikian rupa, tetapi ketika diteliti bangunan dan rumah itu sendiri keropos.

Tuhan mengingatkan kepada bangsa Israel melalui nabi Yesaya akan kehidupan mereka. Bangsa Israel telah jatuh begitu dalam, namun mereka tidak menyadarinya. Mereka berpikir bahwa mereka telah menyenangkan Tuhan melalui ibadah yang dilakukan mereka (ay. 13). Mereka juga berpikir, persembahan yang mereka berikan kepada Tuhan telah membuat mereka diperkenankan-Nya. Mereka tidak berpikir, mereka melakukan yang salah.

Namun apa yang mereka lakukan sebenarnya menjadi kekejian bagi Tuhan. Memang benar mereka memuji Tuhan dalam ibadah yang mereka lakukan (ay. 13), tetapi yang sebenarnya terjadi adalah mereka melakukan ibadah hanya sebagai kebiasaan saja, rutinitas belaka. Sebenarnya, dalam hati yang terdalam, mereka tidak sedang diubahkan melalui ibadah yang mereka lakukan, bahkan melakukan kejahatan dan berpikir bahwa Tuhan tidak melihat (ay. 15 dan 16). Apa yang mereka lakukan di luar tampak indah melalui ibadah, namun dalamnya kotor penuh dosa. Mereka mendandani diri mereka dengan dekorasi yang indah, sampai-sampai orang lain berpikir mereka saleh. Tetapi Tuhan tahu yang sebenarnya, Ia melihat kedalaman hati manusia dan tahu apa yang ada di balik hatinya karena Dialah pencipta kita (ay. 16).

Mari meneliti diri sejenak. Apakah kita telah direnovasi melalui ibadah, ataukah sebenarnya kita sedang men-“dekorasi” hidup kita sedemikian rupa dengan kegiatan ibadah agar kita nampak saleh? Seharusnya kita memilih yang pertama, yaitu kita merenovasi hati kita melalui ibadah. Hidup yang tampak dari luar, seharusnya sama dengan kondisi hati yang di dalam yang tidak kelihatan. Dengan demikian, inilah kehidupan orang yang telah dikenan oleh Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s