Setia dan Berpegang pada Janji Allah

Bacaan hari ini: Yesaya 41:8-10
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang.., bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10)

Bagian ini termasuk dalam berita baik yang dinubuatkan nabi Yesaya untuk menghibur umat Allah. Meskipun kota Yerusalem belum dihancurkan dan orang Israel belum ditawan dan diangkut ke Babel, nubuat tentang kelepasan dan keselamatan Israel sudah dikumandangkan nabi Yesaya. Bagaimana bisa demikian? Karena Allah adalah Allah yang setia dengan janji-Nya. Apa yang pernah dijanjikan kepada nenek moyang mereka, tetap diingat dan dilakukan oleh Allah. Meski Israel hidup di dalam dosa dan dihukum-Nya, Allah tetap mengembalikan mereka juga ke tanah Yehuda. Hal ini menunjukkan bahwa Allah begitu konsisten dengan apa yang dijanjikan-Nya.

Setidaknya ada 2 hal yang dituliskan nabi Yesaya untuk menunjukkan bahwa Allah setia pada janji-Nya.

(1) Allah mengumpulkan umat Israel dari pembuangan (ay. 9).

Allah menghukum Israel karena dosa dan kebejatan bangsa itu. Selama 70 tahun umat Israel hidup di dalam pembuangan. Setelah itu Allah menggerakkan hati raja Media-Persia mengizinkan umat Israel kembali ke Yerusalem dan membangun kembali kotanya.

(2) Allah menyertai dan meneguhkan umat-Nya (ay.10).

Bukan hanya mengembalikan umat Israel ke tanah Yehuda dan membangun kembali kota itu, namun lebih daripada itu Allah memulihkan kehidupan umat Israel —tembok kota-kota dibangun, Bait Allah dibangun dan diperbaiki, pembacaan Taurat TUHAN dilakukan kembali dan Umat Israel kembali melakukan upacara mempersembahkan korban di hadapan Allah dan merayakan hari raya pondok Daun. Ini semua bisa dilakukan oleh umat Israel, karena penyertaan dan kesetiaan Allah.

Belajar dari bagian ini, seharusnya kita sebagai umat Allah tetap setia dan bersandar pada janji Allah. Ia yang memilih kita di dalam dan melalui Kristus, tentu akan menyertai dan menopang hidup kita. Melewati berbagai persoalan dan pergumulan yang sulit, seharusnya kita tetap setia kepada Allah dan tetap berpegang kepada janji-Nya, bahwa “Dia akan memegang kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s