Para Penyembah Patung

Bacaan hari ini: Yesaya 44:9-21
“Orang seperti itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak mengerti apa-apa, sebab matanya melekat tertutup, sehingga tidak dapat melihat, dan hatinya tertutup juga, sehingga tidak dapat memahami.” (Yesaya 44:18)

Dalam Yesaya 44:9-21, Yesaya menyinggung tentang para pemuja patung buatan manusia. Secara khusus bagian ini dibandingkan dengan Yesaya 44:1-8 yang membicarakan tentang Allah yang sejati dan hidup. Yesaya menyinggung tentang para pemuja patung, baik kepada umat Israel yang terjebak di dalam penyembahan patung-patung berhala, juga kepada bangsa-bangsa lain yang telah lama menyembah patung-patung mati yang dianggap sebagai “allah” mereka.

Patung-patung yang disembah baik oleh umat Israel pada waktu itu dan juga bangsa-bangsa lain adalah buatan tangan manusia, entah itu dari kayu dan besi (benda mati) yang dipahat, dibentuk dan dijadikan sarana untuk menyembah kepada para dewa. Nabi Yesaya menunjukkan bahwa semua itu adalah benda mati yang tidak berarti apa-apa dalam kehidupan manusia. Karena kebodohan dan kebebalannya sendiri, manusia tetap menganggap patung-patung buatannya itu sebagai “allah yang dapat menolong mereka” (ay. 17). Itu sebabnya Yesaya menuliskan bahwa: “Orang seperti itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak mengerti apa-apa, sebab matanya melekat tertutup, sehingga tidak dapat melihat, dan hatinya tertutup juga, sehingga tidak dapat memahami” (ay. 18), tidak ada pertimbangan di dalam akal dan pikiran dari orang-orang ini (ay. 19). Ini merupakan suatu bentuk teguran keras bagi para penyembah patung-patung buatan tangan manusia.

Zaman di mana kita hidup pada masa kini tidak luput juga dari orang-orang yang menyembah patung buatan manusia. Banyak orang, termasuk orang Kristen masih percaya kepada patung buatan manusia, yang dianggap dapat memberikan kelancaran (kesuksesan) dan menyelesaikan segala persoalan yang dihadapinya di dalam hidup. Mata hati dan pikiran orang-orang ini telah dibutakan oleh ilah zaman ini. Kembalilah kepada Firman TUHAN. TUHAN lah yang mengatur hidup manusia, masa depan, dan segala hal yang terjadi dalam hidup manusia. Janganlah menyembah ilah lain, selain Tuhan Allah kita, Yesus Kristus.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s