Keterbukaan adalah awal dari pemulihan

Bacaan hari ini: Yesaya 59
“… tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, ialah segala dosamu” (Yesaya 59:2)

Ketika seorang anak berbuat kesalahan, orangtua yang baik akan mendidik agar mereka menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Dengan meminta maaf, anak akan menyadari kesalahannya dan mendapatkan pembelajaran dari kesalahannya tersebut. Kesalahan tidak membuat orangtua membenci dan membuang anak itu. Anak itu tetap disayang dan tetap berharga bagi orangtuanya. Tetapi permintaan maaf itu diperlukan sebagai bukti pembelajaran yang baik dari anak.

Hal yang sama juga berlaku dalam relasi kita dengan Allah Bapa. Bapa menghendaki anak-anak-Nya mengakui kesalahannya, sebagai wujud pertobatan dan kesadaran akan pelanggaran kita. Ia tetap mengasihi kita, tetapi Ia menuntut pengakuan dosa kita sebagai tanda penyesalan dan pembelajaran kita melalui kesalahan yang kita perbuat. Ayat 2 menjelaskan bahwa dosa dan kejahatan yang dilakukan anak-anak Tuhan merupakan penghalang di antara mereka dengan Allah. Segala tindakan dosa, seperti pembunuhan, dusta, kecurangan, fitnah, ketidakadilan dan kelaliman (ay. 3-4) merupakan tindakan yang menumpulkan mata rohani anak Tuhan dan membawa mereka jauh dari-Nya. Hanya melalui pengakuan dosa dan pertobatan lah, relasi kita dapat dipulihkan dengan Allah. Pengakuan dosa yang dilakukan umat Tuhan (ay. 12-14) menunjukkan suatu kesadaran dan pertobatan akan kesalahan yang mereka perbuat. Kepada mereka yang mengaku dosa, Allah berkenan menjumpai mereka; Ia menolong, menyelamatkan, melindungi dan menyertai mereka (ay. 16-21).

Sebagai anak-anak Tuhan, janganlah kita berlarut-larut di dalam dosa. Dosa dapat menjadi penghalang relasi kita dengan Tuhan. Dosa dapat menumpulkan mata rohani kita dan melumpuhkan kehidupan rohani kita. Karena itu, kita harus melakukan pengakuan dosa. Pengakuan dosa merupakan tanda bahwa kita menyadari kesalahan kita di hadapan Allah. Pengakuan dosa menunjukkan suatu keputusan untuk bertobat dan suatu kesadaran akan perubahan hidup. Keterbukaan adalah awal dari pemulihan (1 Yoh 1:9)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s