Meresponi Anugerah-Nya

Bacaan hari ini: Yeremia 1-2
“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, … Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:5)

Anugerah keselamatan Tuhan berlaku untuk semua orang, baik yang sangat berdosa, yang tidak mengenal Tuhan sama sekali, ataupun yang berasal dari bangsa Kafir. Itu adalah Naaman, panglima perang bangsa Aram yang sakit kusta, bukan saja mendapatkan kesembuhan fisik, ia juga mendapatkan keselamatan jiwa.

Namun di sisi lain, bukan berarti kita yang sudah percaya Tuhan boleh hidup sembarangan, dengan alasan Tuhan mengasihi semua orang tanpa kecuali, termasuk kafir sekalipun. Tuhan tidak sembarang memilih orang untuk tugas tertentu. Ia memilih orang dengan kualifikasi tertentu. Yeremia, nabi besar yang dipilih oleh Allah, ia adalah keturunan imam, yang tinggal di tengah-tengah suku Benyamin. Sejak kecil Yeremia telah mempelajari kitab Taurat dan sistem ibadah di bait Allah. Yeremia adalah seseorang yang sangat mengasihi bangsanya, ia hidup sungguh-sungguh di hadapan Tuhan, terus-menerus bersyafaat untuk rakyat negerinya. Tidak heran jika orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus, mengidentifikasikan Tuhan Yesus dengan nabi Yeremia.

Nabi Yeremia hadir pada zaman terakhir dari kerajaan Yehuda, situasi kehidupan bangsa Yehuda dalam kondisi ekonomi sulit, agama dan moral jatuh, raja yang memerintah bukan raja yang baik di mata Tuhan. Dalam keadaan demikian, Tuhan mengizinkan musuh mengancam keselamatan bangsa Yehuda; sehingga pada waktu Tuhan memanggil Yeremia yang masih muda dengan berita penghukuman untuk bangsanya, ia pun merasa tidak sanggup untuk menunaikan tugas dari Tuhan (seperti Musa). Namun Tuhan berkata kepadanya, bahwa Ia mengenal segala sesuatu tentang dia, bahkan Tuhan sudah memiliki rencana untuk dia. Oleh sebab itu, Yeremia tidak perlu takut dengan tugas yang diberikan oleh Tuhan, karena sejarah bangsa-bangsa juga berada di tangan yang Maha Kuasa.

Mari kita melihat diri kita masing-masing, janganlah berpikir bahwa kita hidup sembarangan Tuhan tetap bisa pakai, melainkan kita harus mempersiapkan diri agar dipakai oleh Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s