Jangan Membelakangi Tuhan

Bacaan hari ini: Yeremia 3-5
“Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu. Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.” (Yeremia 3:22)

Ulangan 24:1-4 menyatakan bahwa seorang wanita yang tidak setia kepada suaminya dan diceraikan, maka selamanya ia tidak dapat kembali kepada suaminya, hal itu adalah kekejian di hadapan Tuhan. Dalam pasal 3 ini, Tuhan memberikan gambaran demikian tentang kondisi orang Yehuda. Mereka meninggalkan Tuhan dan berzinah dengan berhala-berhala. Gambaran seperti seorang Arab di padang gurun, yang bersembunyi di tempat-tempat tertentu untuk merampok para saudagar yang lewat di padan gurun. Demikian pula bangsa Yehuda, secara lahiriah mengakui Yahweh sebagai Allah mereka, namun diam-diam, mereka justru menyembah berhala-berhala. Bahkan Tuhan juga menegur mereka yang bermulut manis, mengakui Tuhan dalam mulut manis, namun mereka tetap melakukan kejahatan (ay. 4-5). Tuhan tahu semua keberdosaan mereka!

Dalam keadaan demikian, Tuhan masih terus memanggil umat-Nya untuk berbalik kepada-Nya. Tuhan berjanji bahwa ada pemulihan untuk umat-Nya. Tuhan akan kembali tinggal bersama mereka dan segala suku bangsa akan datang ke Yerusalem mencari Tuhan, bahkan orang Israel dan Yehuda akan kembali bersatu dan hidup bersama dengan rukun. Semua janji Tuhan akan kondisi tersebut tidak akan terwujud, jika mereka tidak bertobat dengan sungguh-sungguh. Bagaimana dengan kita?

Kita pernah menikmati anugerah Tuhan dalam waktu hidup kita, namun saat ini mungkin kondisi kita sangat berbalik dengan waktu-waktu lalu yang sangat kita rindukan. Kita hidup di dalam berbagai krisis: relasi, keluarga, ekonomi, kerohanian, kedamaian batin, dll. Hal ini bisa menjadi petunjuk bahwa kita telah berdosa dan meninggalkan Tuhan, sehingga semua kesulitan tersebut menimpa hidup kita. Hari ini, banyak orang telah menyembah berhala dalam pekerjaan mereka, bukan saja tidak ada Tuhan dalam pekerjaan mereka, sesungguhnya, uang, materi dan dunia telah menjadi berhala mereka. Maka sekalipun mereka bekerja, mereka tidak puas. Karena itu, mari kita tanggalkan semua bentuk berhala dalam hidup kita dan hidup menyenangkan hati Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s