Derita Seorang Nabi

Bacaan hari ini: Yeremia 20:7-9
“Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk …” (Yeremia 20:7)

Panggilan seorang nabi selalu berkaitan dengan kebutuhan konteks zaman tertentu, dan seringkali berkaitan dengan kondisi kehidupan umat yang sudah menyimpang dan membutuhkan tegoran. Sekadar menyampaikan tegoran atas dosa dan kesalahan lalu memberi nasihat, itu bukan tugas yang terlalu sulit. Namun menyampaikan kepada saudara sebangsa berita tentang penghukuman Allah, bukanlah suatu tugas yang disukai para nabi umumnya. Menegor keras dosa disertai penyampaian akan hukuman Allah membuat hati sang nabi sendiri merasa sakit. Terjadi konflik dan gejolak perasaan yang hebat dalam diri seorang nabi.

Seorang nabi sejati tidak pernah merasa senang melihat kebobrokan hidup dan hukuman Allah yang menimpa. Begitu juga perasaan Yeremia; dia mengalami konflik perasaan. Dari satu sisi, dia tahu ini adalah panggilan Allah untuk diutus ke tengah umat dan berbicara dengan mereka, namun di sisi lainnya, Yeremia merasa begitu berat melakukan tugas tersebut. Dia merasa seperti dipaksa untuk melakukan tugas kenabiannya. Dia tidak suka menyampaikan apa yang Allah mau dia sampaikan. Apabila dia tidak bicara, maka ada dorongan kuat di dalam dirinya yang tidak dapat dia tahan, yang menyebabkan dia tetap harus mengatakannya. Itulah derita seorang nabi Allah.

Nabi palsu cenderung menyampaikan apa yang disukai orang banyak (Yer. 23:16-17), dan menjadi populer, karena pemberitaannya yang menyejukkan dan menghibur. Dia menjadi seorang penghibur publik. Dia tidak mengenal istilah integritas, yang dia tahu hanya membuat diri disukai orang dan mengambil keuntungan darinya.

Seorang nabi Allah sejati ialah orang yang otentik/asli, mementingkan integritas melebihi keuntungan pribadi. Dia tampil dan bicara apa adanya, bahkan saat dia mengutarakan pergumulan jiwanya kepada TUHAN. Dia berbicara karena dorongan Roh Allah, dan bukan untuk menyenangkan kelompok orang banyak. Orang seperti ini tidak pernah populer, tapi orang seperti inilah yang dibutuhkan di setiap zaman.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s