Nabi Profesional

Bacaan hari ini: Yeremia 23:21
“Aku tidak mengutus para nabi itu, namun mereka giat; aku tidak berfirman kepada mereka, namun mereka bernubuat.” (Yeremia 23:21)

Belakangan ini banyak dipakai istilah-istilah asing yang diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia, seperti istilah “professional” dan “profesionalisme.” Jika profesionalisme lebih mengarah kepada sikap dan semangat keprofesian yang positif, maka istilah professional secara sederhana berarti; orang yang dibayar untuk pekerjaan tertentu. Ada petinju professional, petenis professional, pegolf professional, dan bidang lainnya. Seorang professional, adalah seorang bayaran.

Di zaman Yeremia, ada banyak orang yang jika diukur dan dinilai dari standar profesi hari ini. Barangkali tidaklah berlebihan jika diberi sebutan professional. Di dalam konteks pembahasan Yeremia 23, yang dimaksudkan adalah “nabi-nabi professional.” Dari pernyataan Allah sendiri dipastikan bahwa mereka tidak pernah dipanggil dan diutus. Mereka bukan nabi Allah! Orang-orang seperti itu ada, bahkan jumlahnya cukup banyak. Orang-orang ini dengan tanpa rasa canggung menjalankan peran seorang nabi. Mereka mengajar orang banyak tentang Allah, tentang kebenaran, dan mereka bernubuat.

Mereka tampil dengan jubah kenabian serta melakukan tugas-tugas yang dikenal orang banyak sebagai seorang nabi, dan merekapun giat melakukannya. Tetapi Allah menolak untuk mengakui mereka sebagai nabi utusan-Nya karena Dia benar-benar tidak pernah memanggil mereka menjadi nabi. Kalau begitu kenyataannya, berarti mereka bergiat atas inisiatif mereka sendiri. Jabatan dan tugas kenabian menjadi semacam pekerjaan yang mereka tekuni. Dari sisi ini, mereka bisa disebut sebagai “nabi professional,” nabi bayaran. Istilah lain yang lebih tajam dan tidak enak didengar adalah “nabi palsu.” Disebut nabi bayaran karena mereka giat bukan karena dipanggil Allah dan melayani-Nya. Mereka disebut nabi palsu karena dengan berani menyampaikan berita palsu, penghiburan palsu, pengajaran palsu, nubuat palsu. Menyesatkan orang banyak demi popularitas dan keuntungan diri sendiri. Jika dahulu ada nabi palsu, mungkinkah hari ini juga ada rohaniwan palsu?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s