Tuhan Menunjukkan Bukti Setia-Nya

Bacaan hari ini: Yeremia 34:8-22
“Tetapi sesudah itu mereka berbalik pikiran, lalu mengambil kembali budak-budak lelaki dan perempuan yang telah mereka lepaskan sebagai orang merdeka itu dan menundukkan mereka menjadi budak laki-laki dan budak perempuan lagi” (Yeremia 34:11).

Bertobat adalah berbalik dari jalan yang salah menuju kepada jalan Tuhan, jalan yang benar. Tetapi terkadang kita menemukan adanya pertobatan setengah hati, atau pertobatan semu. Apakah artinya?

Mereka bertobat hanya untuk mendapatkan berkat dari Tuhan atau lepas dari kesulitan. Ini yang terjadi dalam kehidupan umat Yehuda waktu itu. Ketika Tuhan telah menyatakan akan menyerahkan mereka ke tangan Raja Babel, maka mereka kemudian menunjukkan perubahan perilaku dan membebaskan para budak Ibrani, saudara sebangsa mereka sendiri.

Memang Tuhan memerintahkan agar mereka jangan memperbudak saudara sebangsanya sendiri. Kalaupun ada saudara sebangsa yang ingin bekerja demi nafkah dan menjadi budak, mereka pun harus membebaskan orang tersebut pada tahun Yobel (Im. 25). Dasar dari hal ini adalah karena Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir, maka mereka tidak diperbolehkan untuk saling memperbudak satu sama lain. Ternyata, ada indikasi yang tidak baik dengan membebaskan para budak, yaitu agar para budak ini dapat menjadi kekuatan tambahan untuk berperang dengan kerajaan Babel.

Ketika situasi mulai kelihatan membaik, ditambah Mesir yang datang membantu Yehuda untuk menyerang Babel, raja dan umat Yehuda berpikir bahwa kondisi telah membaik dan kembali seperti semula. Celakanya, di tengah kondisi tersebut, mereka ternyata tidak bertobat sungguh-sungguh. Mereka memutuskan untuk memperbudak kembali saudara-saudara mereka tersebut. Ini menjadi suatu hal yang menyedihkan bagi Tuhan atas mereka. Maka Tuhan pasti akan menghukum mereka melalui Raja Babel.

Hal ini mengingatkan kita, seringkali kita bertobat dan memohon pengampunan Tuhan hanya karena kita tidak ingin malu di depan orang lain. Tetapi ketika kita melihat situasi baik-baik saja, maka kita melupakan pertobatan kita. Sesungguhnya kita tidak bertobat, tetapi bermain-main dengan Tuhan. Jikalau kita bertobat, hendaknya kita bersungguh-sungguh bertobat dan kembali hidup seturut kehendak-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s