Perkara Kecil yang Terabaikan

Bacaan hari ini: Yeremia 40:1-16
“… Tetapi Gedalya bin Ahikam tidak percaya kepada mereka.” (Yeremia 40:14)

Pada masa kini, kita harus berlomba dengan kecepatan waktu. Sering kita merasa, kita tertinggal oleh waktu. Sehingga, menyediakan hati dan menentukan prioritas dalam kehidupan seringkali kita abaikan, dan ketika waktunya tiba, kita menyesal dan tidak berdaya menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi pada masa kemudian.

Sebenarnya, Yeremia mendapat kesempatan pergi ikut ke Babel dan menikmati pemeliharaan raja Babel. Namun ia memilih tinggal bersama dengan umat yang tersisa di Yerusalem. Kota itu sudah porak poranda, Bait Allah rata dengan tanah. Rakyat yang tertinggal di Yudea miskin dan sengsara. Namun Yeremia yang sadar bahwa semua ini adalah hukuman Allah atas keberdosaan umat, peka akan kebutuhan mereka sehingga ia mendampingi hidup mereka agar bisa bertobat dan bangkit kembali. Inilah kesungguhan hati seseorang yang memperhatikan kehidupan dan memahami prioritas kehidupannya sebagai Nabi Allah.

Lain halnya dengan Gedalya, memang diangkat oleh Nebukadnezar untuk memimpin sisa-sisa Israel di Yudea. Namun ia melakukan dengan hati yang tulus, karena mengasihi rakyatnya. Ia menjanjikan kesejahteraan bagi mereka, tentu dengan syarat agar mereka tunduk dan takluk kepada Babel, sesuai dengan kehendak Allah atas mereka. Sikapnya yang tulus ditanggapi positif oleh banyak orang. Mereka datang berhimpun, bersama-sama bertekad untuk membangun kembali kehidupan umat dari serpihan-serpihan masa lalu. Sayangnya, ketulusan Gedalya tidak dibarengi dengan kepekaan akan kemungkinan adanya ketidakpuasan yang timbul di antara orang-orang yang bergabung dengannya. Bisikan dari Yohanan akan adanya orang yang akan berkhianat, ditepis begitu saja oleh Gedalya. Akibatnya sangat fatal (Yer. 41:2). Kegagalan Gedalya adalah tidak memiliki kepekaan dan terseret oleh kenikmatan yang dimilikinya, sebagai seorang yang memiliki kedudukan dan kuasa, ia kehilangan kepekaan akan apa yang seharusnya dia perhatikan. Bagaimana dengan diri Anda pada saat ini? Milikilah prioritas dan kepekaan!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s