Masih Ada Harapan

Bacaan hari ini: Ratapan 3
“Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:21-23)

Umat Tuhan mengalami penderitaan ketika kota Yerusalem diserang Babel. Hal itu membuat mereka putus asa. Mereka sadar bahwa penderitaan tersebut merupakan hukuman Tuhan atas dosa-dosa mereka. Kondisi yang mereka alami telah membuat mereka terpuruk dan tak berdaya, sampai-sampai berdoa pun terasa tidak berguna (ay. 8). Sepertinya, tidak ada harapan lagi. Karena mereka merasa bahwa Tuhan telah meninggalkan mereka, bahkan akan membinasakan mereka semua (ay. 1-18). Sungguh menyedihkan kondisi yang mereka alami.

Namun demikian, di tengah-tengah kondisi putus asa yang sedang mereka alami, nabi Yeremia masih berkata bahwa sesungguhnya, masih ada harapan bagi mereka! Nabi Yeremia berkata bahwa mereka masih memiliki beberapa alasan untuk tetap berharap kepada Tuhan.

Pertama, bahwa sesungguhnya murka Tuhan itu hanya berlangsung untuk sesaat saja, karena kasih Tuhan yang besar tidak akan pernah berakhir bagi mereka (ay. 22).

Kedua, Tuhan tidak menolak Yehuda selaku umat perjanjian-Nya, dan Tuhan masih mempunyai rencana bagi mereka. Tuhan itu baik dan pemurah bagi mereka yang menantikan Dia dalam kerendahan hati dan penyesalan (ay. 23-27).

Ketiga, bahwa sesungguhnya Tuhan ingin menunjukkan belas kasihan-Nya kepada mereka (ay. 28-33). Karena itu, Yeremia memandang dan menghimbau mereka (ay.40-66) agar mengintrospeksi diri, sambil mengangkat hati dan tangan mereka kepada Tuhan, serta meminta pengampunan dan rahmat-Nya (ay. 48-49). Yeremia percaya bahwa Tuhan itu baik dan pemurah bagi mereka yang berharap dengan penyesalan dan kerendahan hati. Tuhan pasti akan mengampuni dan kembali memulihkan keadaan mereka.

Apakah Anda sedang menghadapi berbagai masalah yang tidak bisa Anda selesaikan? Apakah Anda merasa bahwa Allah tidak peduli? Jangan biarkan situasi yang terjadi menutupi mata Anda untuk melihat kesetiaan TUHAN (ps. 3:23). Kiranya kita tetap percaya pada rencana Allah dalam hidup kita (Rm. 8:28).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s