Murka Allah Atas Bangsa-Bangsa

Bacaan hari ini: Yehezkiel 24-25
“Aku, TUHAN, yang mengatakannya. Hal itu akan datang, dan Aku yang akan membuatnya. Aku tidak melalaikannya dan tidak merasa sayang, juga tidak menyesal. Aku akan menghakimi engkau menurut perbuatanmu…” (Yehezkiel 24:14)

Ada satu catatan penting tentang nubuat melawan bangsa-bangsa dalam kitab Yehezkiel, yaitu bangsa Babel tidak disebutkan. Hal ini mungkin terkait, bahwa TUHAN akan menggunakan bangsa Babel sebagai agen-Nya untuk menaklukkan semua bangsa-bangsa itu. Setiap nubuat berakhir dengan “Maka mereka/kamu akan mengetahui AKULAH TUHAN,” kecuali nubuatan melawan Edom, yang berakhir dengan “Mereka akan mengetahui pembalasan-Ku.”

Tindakan bangsa-bangsa ini telah membuat tangan TUHAN yang kuat dan lengan-Nya yang teracung melawan mereka, karena: (1) bangsa Amon dan Moab senang melihat kehancuran Bait Suci (Yerusalem), kehancuran Yehuda, dan pembuangan orang-orang Yehuda; (2) bangsa Edom merampas dan menyerang orang-orang Yehuda yang melarikan diri dari Babel; (3) bangsa Filistin melakukan pembalasan dan permusuhan terus-menerus terhadap Israel; (4) bangsa Sidon suka menghina dan menjadi duri yang menusuk atau onak yang memedihkan; (5) bangsa Tirus, meski tidak ada perang tetapi secara rohani menyebabkan kehancuran besar bagi Israel melalui pernikahan Izebel (anak perempuan raja Tirus) dan Ahab. Izebel menjadi pendukung kuat penyembahan kepada Baal di Israel; (6) bangsa Mesir egois; dari waktu ke waktu bangsa Mesir menawarkan persahabatan dengan Israel, tetapi itu hanyalah alat yang digunakan untuk keuntungan pribadinya.

Inilah serentetan dosa yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang juga mewakili setiap tindakan kita yang mengakibatkan murka Allah turun atas mereka/kita. Yang paling menakutkan dari tindakan Allah adalah TUHAN tidak akan mendengarkan mereka/kita karena dosa yang begitu besar. Ini menunjukkan bentuk penghakiman TUHAN. Karena itu, bersandarkan pertolongan Allah Roh Kudus, kita menanggalkan manusia lama kita yang menemui kebinasaannya oleh nafsu yang menyesatkan dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s