Kecongkakan Mendahului Kehancuran

Bacaan hari ini: Yehezkiel 27:1-36
“… Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai Tirus, engkau berkata: aku kapal yang maha indah” (Yehezkiel 27:3)

Melalui wahyu umum, Allah juga memberi anugerah umum kepada seluruh ciptaan-Nya; dalam diri setiap mahkluk ciptaan Tuhan, dan kepada seluruh suku bangsa di muka bumi. Bangsa yang kuat, besar dan memiliki tempat tinggal yang permai bukan hanya dimiliki oleh bangsa Israel saja, melainkan seluruh bangsa di muka bumi, termasuk bangsa di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Australia, dan secara khusus juga untuk bangsa Tirus yang merupakan tetangga bangsa Israel (27:3-10).

Maksud Tuhan memberikan keindahan kepada bangsa-bangsa, dan mengaruniakan segala bentuk harta kekayaan kepada mereka, adalah agar mereka melalui wahyu umum, mereka dapat mengenal Allah pencipta langit dan bumi, serta memiliki hati yang beribadah kepada-Nya, bukannya menyombongkan diri (Kis. 17). Ini pernah terjadi pada bangsa Tirus dalam masa pemerintahan raja Hiram, yang membantu Salomo membangun bait Allah dan mengakui kedaulatan dan kekuasaan Allah Israel atas bangsa-bangsa (1Raj. 5). Namun dengan berjalannya waktu, dan juga karena pada dasarnya manusia ialah makhluk yang jatuh dalam dosa dan memberontak kepada Allah, maka segala kekayaan dan kebesaran yang dimiliki olehnya dianggap sebagai hasil usahanya, haknya, dan untuk memuliakan dirinya. Karena itulah, maka bangsa Tirus akan menghadapi penghakiman dan penghukuman Allah semesta alam.

Awal abad 20, manusia percaya pada iptek dan mulai mengeluarkan Tuhan dari pembelajaran mereka dengan teori evolusinya; juga dibuatlah sebuah kapal Titanic yang merupakan objek terbesar pada waktu itu. Ada orang-orang yang beranggapan bahwa Tuhan pun tidak akan sanggup menenggelamkan kapal tersebut, karena kehebatannya. Namun dalam pelayaran perdananya mengarungi samudera Atlantik, Titanic tenggelam.

Semua yang ada pada diri kita pada hakekatnya adalah anugerah Tuhan, bahkan kelak kita akan diminta pertanggung-jawaban di hadapan Allah. Karena itu, tidak ada lagi yang dapat kita sombongkan. Sebaliknya, hiduplah rendah hati di hadapan-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s