Takut Akan Tuhan, Bukan Manusia

Bacaan hari ini: Yehezkiel 30-32
“… Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.” (Daniel 4:34)

Kemarin kita melihat nubuatan hukuman terhadap Tirus dan Sidon, hari ini kita melihat Tuhan memakai raja Babel Nebukadnezar untuk menghukum bangsa Mesir dan para sekutunya. Dosa yang sama, yaitu kesombongan, penyembahan berhala. Sekalipun Mesir adalah negara adidaya pada waktu itu, dan dibantu banyak suku bangsa lainnya, namun ia bukan berhadapan dengan raja Babel,—ia berhadapan dengan Raja Semesta Alam yang sedang menjatuhkan penghukuman-Nya untuk mereka. Tujuan Allah menghukum mereka agar bangsa Mesir bertobat dan mengenal Allah yang benar (Yeh. 30:26).

Nubuatan ini disampaikan nabi Yehezkiel sekitar tahun 587 SM, waktu itu Babel sedang menyerang Yehuda (Pembuangan pertama), dan Yehuda belum sungguh-sungguh berbalik kepada Tuhan, melainkan berharap kepada Mesir. Mesir pun tidak sungguh-sungguh menolong Yehuda, dan justru melarikan diri ketika tentara Babel mengalahkan Yehuda. Dalam hal ini jugalah, nabi Yeremia telah menubuatkan bahwa Mesir tidak akan luput pula dari hukuman Tuhan melalui Babel (Yer. 37:5-7; bdk. Yer. 46). Namun demikian, apakah kita pikir bangsa Babel akan terluput hukuman? Tidak! Pada waktu Tuhan, mereka juga akan menghadapi penghakiman Tuhan dan hukuman-Nya.

Kita sering terbuai oleh kehebatan sebuah bangsa yang besar, melalui kemajuan teknologi, militer, ekonomi, sumber daya, dsb. Kita mengira bahwa negara-negara tersebut akan bertahun lama. Namun, bila bangsa dan rakyatnya tidak mengenal Tuhan, maka hanya tinggal waktunya saja, sebab mereka akan mengalami penghakiman dan penghukuman Tuhan. Raja Nebukadnezar menyombongkan dirinya (Dan. 4:28-33), sehingga ia pun dihajar oleh Tuhan dan menjadi gila. Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, Nebukadnezar menengadah ke langit, dan akal budinya kembali lagi. Lalu Nebukadnezar memuji Yang Mahatinggi, membesarkan dan memuliakan Dia Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya adalah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun (Dan. 4:34).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s