Mengenal Karakter Tuhan

Bacaan hari ini: Nahum 1
“Tuhan itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.” (Nahum 1:7)

Nahum berarti “penghiburan” dan kitab ini merupakan kitab yang menyampaikan penghiburan bagi bangsa Yahudi yang menderita di bawah kekejaman bangsa Asyur. Nahum juga menyatakan akan adanya penghukuman dan murka Allah yang dinyatakan atas Asyur dan ibu kotanya, Niniwe. Beberapa tahun sebelumnya, karena belas kasih-Nya, Tuhan telah mengirim nabi Yunus untuk menyampaikan firman Tuhan kepada penduduk Niniwe. Pada saat penduduk kota tersebut bertobat, kota itu terselamatkan. Tetapi generasi mereka yang berikutnya berbalik lagi pada cara hidup nenek moyang mereka yang jahat dan menyerang Israel, sehingga Allah memutuskan untuk menghukumnya.

Dalam pasal 1 kita melihat bagaimana Nahum menjelaskan karakter Allah secara luas dan gamblang sehingga kita bisa semakin mengenal Allah yang kita sembah. Pertama, Allah itu dikatakan sebagai Allah yang cemburu (ay. 2a). Sifat cemburu Allah tentu saja berbeda dengan sifat cemburu manusia. Kecemburuan Allah selalu berkaitan dengan kemuliaan dan kehormatan-Nya. Dalam Yeh. 39:25 dikatakan bahwa kecemburuan Allah itu muncul untuk mempertahankan nama-Nya yang kudus. Kita ini adalah milik Allah, sebab itu, Allah menuntut kasih dan ketaatan yang total dari diri kita. Kedua, Allah itu pembalas (ay. 2b), artinya Allah tidak akan membiarkan Diri-Nya dipermainkan dan Ia tidak akan membebaskan mereka yang melakukan kejahatan, terlebih lagi bila Ia melihat umat-Nya ditindas. Namun, Tuhan itu juga panjang sabar (ay. 3a). Ia selalu sabar terhadap umat-Nya, bahkan ketika mereka berpaling dari-Nya. Ia sabar mendidik umat-Nya agar mereka bisa terus bertumbuh di dalam Dia. Keempat, Tuhan itu baik (ay.7). Kebaikan Tuhan dinyatakan dengan kepeduliaan-Nya atas umat-Nya dan pertolongan disediakan bagi mereka dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup (ay. 7-8).

Apa lagi yang kita takutkan dan kuatirkan dalam hidup ini, bila memiliki Allah yang demikian dalam hidup kita? Yang dituntut dari kita hanyalah satu ketaatan yang mutlak kepada-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s