Setia Dalam Penantian

Bacaan hari ini: Maleakhi 3:1-5
“… Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.” (Maleakhi 3:3)

Hidup dalam penantian memang tidak enak. Di zaman nabi Maleakhi, orang Yahudi sudah kembali dari pembuangan sekitar 100 tahun, mereka menantikan kebangunan bangsa, seperti kejayaan pada masa Daud, namun tidak terjadi. Yang ada pada mereka hanya sebuah kota tua yang terbangun temboknya saja, kotanya masih sepi dan rawan dengan serangan musuh. Dan Bait Suci, hanya berfungsi sebagai tempat upacara ritual, keadaan Bait Suci yang kedua ini sangat tidak sebanding dengan Bait Suci pertama yang dibangun Salomo dengan megah. Rakyat terus berharap, kapan Mesias akan datang, dan kapan ada kebangunan serta mendapatkan kembali kejayaan semasa Daud. Sudah berlangsung selama 100 tahun, tidak ada perubahan apa-apa, mereka tetap saja miskin, terbelakang, menjadi bahan olokan bangsa sekitarnya, dan masih menjadi negara bagian dari kekaisaran Media Persia, di mana mereka harus tunduk dan membayar pajak. Mereka bukan siapa-siapa!

Dalam masa kegelapan ini, umat Tuhan tidak sanggup berdiri tegak di tengah-tengah kebenaran iman yang mereka yakini; seluruh bangsa hidup menyeleweng dari hadapan Tuhan. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, namun secara rohaniah, mereka mengingkari kekuatannya. Baik dari para pemimpin (Imam) maupun seluruh rakyat juga mengikutinya. Mereka memberikan persembahan, namun persembahan yang cemar (binatang yang cacat, timpang dan sakit), dan Imam orang Lewi tidak jujur mengajarkan kebenaran Firman Tuhan. Maka tidak heran, rakyat pun mengikuti perbuatan serong para pemimpin mereka, mereka tidak memberikan persembahan perpuluhan seperti telah diperintahkan di dalam hukum Taurat, dan mereka mulai kawin campur dengan bangsa-bangsa asing sebagaimana dilarang di dalam hukum Taurat pula. Tuhan mengadakan penghukuman terhadap ketidaksetiaan mereka. Bagaimana dengan kita hari ini? Kita hidup dalam masa menantian akan penggenapan janji Tuhan Yesus datang kedua kali. Janganlah hidup dalam dosa, tetapi jadilah SETIA kepada-Nya!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s