MATA YANG FOKUS KEPADA TUHAN YESUS

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan,  yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita  yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Ibrani 12:2

Tuhan telah menetapkan kita menjadi lebih dari pemenang. Di tahun yang baru kemenangan yang lebih besar akan kita raih. Berjalan di tahun 2016, kita harus memenangkan pertandingan iman. Karena itu kita harus menjaga mata yang terus fokus memandang kepada Yesus sepanjang perjalanan menempuh tahun ini.

Ketika tinggal dalam hadirat Tuhan dan fokus kepada Tuhan, apapun yang kita hadapi di tahun 2016, baik goncangan, badai, tantangan, maupun peninggian/promosi dan berkat yang mengagetkan, itu tidak akan membuat kita kalah dan jatuh, melainkan membuat kita mengenal Tuhan lebih dalam melalui perbuatan-Nya yang ajaib menolong kita. Tinggal tenang dan hati yang beristirahat di dalam hadirat-Nya menjadikan kita kuat dan berkemenangan. (Yesaya 30:15)

Mereka yang terus tinggal dalam hadirat Tuhan dan fokus memandang kepada Tuhan akan melihat  bahwa Tuhan sungguh lebih besar dari masalah yang dihadapi. Akan melihat tangan Tuhan yang melakukan perbuatan ajaib ganti dari ketakutan karena keterbatasan diri dan ketidak mampuannya. Karena itu dalam perjalanan di tahun 2016, kita terus mengejar hadirat Tuhan dengan mata kita yang  terus fokus memandang kepada Tuhan Yesus. Maka kita dapat “melihat Tuhan” di dalam setiap situasi yang kita alami, dan melihat apa yang akan Dia lakukan ke depan melalui hidup kita.

Melihat kepada Tuhan artinya ‘melihat’ melalui firman Tuhan. Kita sepakat di hati dengan apa yang Dia katakan tentang diri-Nya, dan perbuatan-Nya atas umat-Nya yang mengandalkan Dia. Firman yang diterangi Roh Kudus menjadi firman yang kita “lihat” dengan mata rohani kita. Roh Kudus yang menyatakan dan meyakinkan roh kita mengenai firman yang kita terima.

Firman-Nya membangkitkan iman. Iman membuat mata kita melihat, bahwa Allah ada bersama kita dan Allah berada diatas persoalan yang kita hadapi (Ibrani 11:6). Melihat dengan iman membuat kita menyadari Allah ada atas masalah kita, selalu bersama kita, menyertai kita, dan menyatakan kebesaran-Nya. Karena itu, untuk bisa fokus kepada Tuhan kita harus mencintai firman Tuhan.

 

PANDANGAN YANG JERNIH KE TAHUN YANG BARU

Kita memandang 2016 dengan optimisme, bahwa Dia Bapa kita yang senantiasa baik bagi kita. Kita harus mengenakan cara pandang yang jernih menjalani musim baru. Cara pandang dalam sorotan terang-Nya membuat kita melihat kebaikan-Nya senantiasa, apapun situasi yang akan kita hadapi, bahkan saat harus  melewati kekelaman hidup.

“Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.” Mazmur 36:10

Umat Israel menaklukkan Tanah Perjanjian karena cahaya wajah Tuhan. Cahaya wajah Tuhan gambaran dari hadirat Tuhan dan manifestasi penyertaan-Nya. Tuhan memperhatikan kita secara khusus, wajah-Nya terarah memandang kita, dan perkenanan-Nya ada atas kita. Penyertaan dan hadirat-Nya adalah sumber keberanian yang memberi kemenangan.

Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya wajah-Mu, sebab Engkau berkenan kepada mereka. (Mazmur 44:4)

Dalam terang di hadirat-Nya mata kita jadi tercelik. Kita dapat melihat dengan benar apa yang tadinya salah melihat. Cara pandang lama yang gelap, diganti dengan cara pandang baru yang mampu melihat kebaikan-Nya. Paradigma baru kita dapatkan karena ada terang yang menyingkap kegelapan. Kita mengenal, bahwa hanya yang baik yang datang daripada-Nya. (Yakobus 1:17)

Dan apapun masalah yang diizinkan mendatangi kita, adalah karena Dia sedang mau membuat yang baik terjadi atas kita. Inilah pandangan mata yang baik. Kebaikan-Nya akan semakin nyata kita alami di tahun 2016, sehingga kita menjadi saksi yang menyatakan kebaikan Tuhan kepada banyak orang.

 

JADI KUAT DI DALAM TUHAN

Hal utama untuk dapat berkemenangan atas tantangan adalah kita harus menjadi orang yang kuat di dalam Tuhan, dan di dalam kuat kuasa-Nya. (Efesus 6:10). Kita akan selalu  dapat menaklukkan musuh ketika kita kuat. “Kuat” berarti berdiri teguh dengan kokoh saat menghadapi tantangan. Hidup dalam kebenaran yang konsisten membuat kita senantiasa tinggal di dalam Kristus sebagai Gunung Batu kekuatan. Yesus adalah Batu Karang yang kekal. Dia sedang membangun jemaat-Nya kokoh  tegak di atas Batu Karang. Yesus adalah Batu Karang rohani sebagai dasar bangunan. (I Korintus 10:4). Di dalam Yesus, kita diubahkan menjadi sama, selaras, sesifat dengan sifat Sang Batu Karang, menjadi bangunan rohani yang kuat. (Efesus 2: 21-22)

Kekokohan Yesus sebagai Dasar dari bangunan yang rohani membuat kita tak tergoncangkan. Karena itu bangun hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan Yesus. Ketika hidup dalam hadirat-Nya, DIA memberi kita kemampuan dalam menaklukkan serangan dan tekanan musuh. Kehadiran-Nya pengurapan-Nya membuat kita memiliki kekuatan dan keberanian menaklukkan tantangan. Karena itu marilah kita mendisiplin diri; memberi waktu untuk membangun keintiman yang konsisten.

 

BELAJAR DARI TELADAN YOSUA

Perjalanan kita di awal Tahun sejajar dengan yang dialami oleh Yosua dan umat Israel yang siap bergerak  untuk  merebut  Kanaan.  Walaupun  tantangan  yang  mereka  hadapi  besar,  tapi  justru hal itu terjadi untuk membawa kepada mengalami demonstrasi kuasa Allah yang lebih besar lagi. Tuhan memberi jaminan kepada Yosua untuk dapat menaklukkan negeri Perjanjian. Dan Dia menginginkan respon iman kita.

Dalam Kitab Yosua 1 Tuhan berkata kepada Yosua supaya bersiap untuk merebut Kanaan setelah kematian nabi Musa. Janji Tuhan atas Yosua yang menjamin kemenangan dan berhasil adalah:

  1. Setiap tempat yang diinjak oleh kaki Yosua, itu semua Tuhan serahkan jadi miliknya (ayat 3)
  2. Tuhan memberikan rincian dari bentangan wilayah Kanaan yang pasti akan Yosua taklukkan (ayat 4)
  3. Seorangpun tidak akan ada yang dapat bertahan menghadapi Yosua (ayat 5)
  4. Seperti Tuhan telah menyertai Musa, maka demikianlah Tuhan akan selalu menyertai Yosua

Tuhan tidak akan membiarkan Yosua sendirian (ayat 5). Kehadiran Tuhan atas umat-Nya adalah kepastian campur tangan Illahi dalam setiap situasi yang dihadapi umat-Nya. Allah yang akan menunjukkan tangan-Nya yang perkasa, untuk menaklukkan musuh Yosua, dan memberikan jalan keluar yang supra-natural, saat tidak ada jalan untuk melangkah maju. Penyertaan Tuhan adalah jaminan Tuhan bahwa umat-Nya pasti ada jalan dan pasti menang atas situasi yang dihadapi.

Lalu apakah yang Tuhan minta dari Yosua? Yosua harus berteguh hati. Kita akan selalu diminta untuk menanggapi apa yang Tuhan katakan. Tuhan menghendaki kesungguhan dan bulat hati percaya. Tidak boleh ada tawar hati atau kecut hati ketika menghadapi tantangan.

Firman dalam Yosua 1 dari ayat 6 sampai 9 berulang kali Tuhan katakan: kuatkan dan teguhkan hati, kuatkan dan teguhkan hati, dengan sungguh-sungguh kuatkan dan teguhkan hati. Jangan kecut dan tawar hati, sebab Tuhan tetap menyertai.

Terus tinggal dalam hadirat Tuhan dan  fokus memandang kepada Tuhan, alami Tuhan turun tangan atas setiap situasi yang kita hadapi, dan kita meraih kebaikan-Nya yang ajaib

 

Selamat Tahun Baru 2016, Tahun Pembebasan Seutuhnya

 

Blessings

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s