Ikutlah Aku

Bacaan hari ini: Matius 8:18-34
“Tetapi Yesus berkata kepadanya: Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.” (Matius 8:22)

Orang berpikir, ketika seseorang beragama Kristen, maka secara otomatis dia mengikut Tuhan, padahal dalam kenyataannya, tidak demikian. Hari ini kita temukan banyak orang beragama Kristen, tetapi dalam hidup sehari-hari tidak menunjukkan sikap mengikut Tuhan.

Apa artinya mengikut Tuhan? Pada saat Tuhan Yesus berkata, “IKUTLAH AKU” berarti Tuhan memanggil kita untuk meneladani Dia dalam keseluruhan hidup kita. Tentu saja panggilan untuk mengikut Tuhan ini merupakan satu keputusan besar dan penting yang kita buat ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita dua prinsip penting dalam mengikut Tuhan:

Pertama, ketika seseorang mengikut Tuhan Yesus, maka itu berarti ada harga yang harus dibayar. Dikatakan bahwa ketika Yesus mengajar, banyak orang mengikut Dia dan salah seorang ahli Taurat berkata kepada-Nya, “Guru, aku akan mengikut Engkau, kemana saja Engkau pergi.” Kemungkinan orang ini berpikir bahwa mengikut Yesus itu pasti enak, karena Yesus bisa melakukan mukjizat-mukjizat. Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Ini berarti bahwa seseorang yang mengikut Tuhan, harus siap sedia berkorban karena sebagaimana dunia ini menolak Yesus, maka jika kita benar hidup meneladani Tuhan Yesus, ini berarti kita juga akan ditolak oleh dunia. Siapkah kita membayar harga mengikut Dia dan tidak kompromi dengan dunia ini?

Kedua, ketika seseorang memutuskan mengikut Tuhan Yesus, maka itu harus dilakukan segera, tanpa penundaan. Seringkali kita menunda-nunda melakukan firman Tuhan dengan berbagai alasan, seperti yang dilakukan salah satu murid-Nya dalam ayat 21. Tentu saja ayat ini bukan melarang seorang anak menguburkan ayahnya yang meninggal, tapi sikap yang mengutamakan hal yang lain lebih daripada mengikut Tuhan, itulah yang salah. Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s