Hati yang Terbuka pada Firman

Bacaan hari ini: Matius 13:1-23
“Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Matius 13:12)

Seorang dari Barat berkunjung ke pedalaman di sebuah pulau, yang dahulu dikenal sebagai sarang kanibal (pemakan daging manusia). Namun, ia mendengar bahwa pulau itu sudah maju dan penduduk di sana tidak lagi kanibal. Ketika ia berkunjung di pedalaman itu, ia menjumpai seorang penduduk asli pulau sedang duduk di bawah sebuah pohon sambil membaca sebuah buku. Buku itu adalah Alkitab. Orang Barat ini kemudian berkata kepada pemuda itu, “Di negara kami yang sudah maju, kami tidak lagi membaca Alkitab, sebab sudah ketinggalan zaman.” Namun betapa terkejutnya ketika ia mendengar jawaban pemuda itu, “Jika bukan karena buku ini, maka saat ini kamu pasti sudah mati aku makan.”

Inilah bukti bahwa Alkitab berkuasa untuk mengubah kehidupan seseorang, yang dahulu jahat menjadi baik; yang dahulu keras menjadi lembut. Namun pertanyaannya adalah, mengapa masih banyak orang Kristen yang telah puluhan bahkan ratusan kali membaca Alkitab, hidupnya tetap sama saja, menyukai dosa dan hidup di dalamnya?

Dari bacaan hari ini, kita tahu bahwa perubahan hidup dapat terjadi ketika seseorang membuka hatinya dan menjadikannya sebagai tanah yang subur untuk ditanami benih firman Tuhan. Dalam perumpamaan-Nya, Tuhan menyebut empat jenis tanah, yaitu tanah di pinggir jalan, berbatu-batu, bersemak belukar, dan tanah yang baik. Keempat jenis tanah ini melambangkan kondisi dan sikap hati manusia ketika menerima firman Tuhan. Seseorang yang membaca dan merenungkan firman dengan hati yang keras, merasa diri paling benar, congkak dan sombong, merasa diri sudah mengetahui dan mengerti, tidak mungkin dapat melihat kebenaran dan diubahkan olehnya. Hanya orang yang dengan rendah hati datang kepada Tuhan, membuka hatinya, dan mempersilahkan Tuhan berbicara kepadanya, akan mendapatkan kebenaran yang mengubah hidupnya.

Bagaimana kondisi hati kita saat kita membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari? Sudahkah kita memiliki sikap hati yang benar, seperti tanah yang subur?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s