Apa Alasan Anda Melayani?

Bacaan hari ini: Matius 14:13-16
“…Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” (Matius 14:16)

Zaman ini adalah zaman yang bercirikan falsafah hidup pragmatis. Suatu tindakan akan diukur dengan pertimbangan, “apa yang akan saya dapatkan kalau saya melakukannya?” Keuntungan apa yang bisa saya peroleh? Kalau tidak ada manfaatnya buat saya, untuk apa saya lakukan? Falsafah hidup seperti itu berkembang subur khususnya di kota-kota besar, menyebar di lapisan masyarakat kelas atas, termasuk orang-orang Kristen. Karena itu pula, banyak alasan yang dibuat untuk menolak kesempatan melayani Tuhan. Mengapa harus saya yang melayani? Mengapa tidak orang lain yang melayani saya? Apa yang saya akan peroleh lewat pelayanan? Yang pasti saya harus kehilangan lebih banyak waktu dan tenaga, bahkan uang! Maka mulailah orang mencari berbagai alasan untuk menolak: “Maaf saya sibuk, saya belum siap, saya tidak merasa tergerak, saya sedang tidak mood.”

Dalam konteks bacaan Alkitab hari ini, kita menemukan bahwa Tuhan baru saja mendengar berita tentang kematian tragis Yohanes Pembaptis. Dalam kedukaan-Nya, Tuhan mengajak murid-murid untuk mengasingkan diri. Namun ketika Tuhan melihat orang banyak datang kepada-Nya, hati-Nya tergerak untuk melayani mereka. Ia tidak menolak mereka dengan dalih bahwa Dia sedang “tidak mood,” atau Ia membutuhkan waktu untuk menyendiri. Tuhan tetap melayani mereka. Tuhan justru memakai konteks ini untuk mengajar para murid prinsip-prinsip dasar yang penting dalam melayani. Ia tidak bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apakah kalian memiliki mood, beban atau kesanggupan untuk melayani?” Bahkan secara logika, Tuhanlah yang harus dilayani! Namun sebaliknya, Tuhan berkata kepada para murid: “Kalian harus memberi mereka makan.”

Di sini kita menangkap satu prinsip dasar melayani, bahwa pelayanan tidak dimulai dari perasaan atau logika atau kesanggupan atau kemauan diri, tetapi karena menyadari bahwa ini adalah pekerjaan yang Tuhan kehendaki bagi kita. Ini adalah perintah Tuhan. Karena itu, marilah kita belajar taat, belajar melayani Dia, melayani sesama yang membutuhkan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s