Perhatian Yesus Terhadap Anak-Anak

Bacaan hari ini: Matius 18:1-4
“… barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” (Matius 18:5)

Banyak orang Kristen maupun gereja tidak menyadari bahwa pelayanan terhadap anak-anak diperhatikan secara serius oleh Tuhan Yesus.

Pertama, menyambut anak-anak dengan rendah hati (ay. 5).

Dilatarbelakangi dengan pertanyaan siapakah yang terbesar di Sorga (ay. 1), Yesus justru menjawabnya, bahwa yang terbesar adalah orang yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil (ay. 2-4). Yang menarik kemudian, Yesus mengaitkan hal ini dengan menyambut anak kecil, yaitu “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku” (ay. 5). Dengan kata lain, perendahan hati dan pelayanan yang terbaik yang kita kerjakan bagi anak-anak menjadi tolok ukur untuk mengetahui apakah kita sungguh-sungguh merendahkan hati dan melayani Dia.

Kedua, mengajar anak-anak dengan benar dan sungguh-sungguh.

Kepedulian Tuhan terhadap pelayanan anak-anak tidak saja berkaitan dengan sikap seseorang dalam melayani, tetapi juga isi pengajaran yang diberikan kepada mereka. Untuk menunjukkan keseriusan pelayanan pada anak-anak, Tuhan Yesus memberikan teguran yang keras, jika ada orang yang menyesatkan seorang anak saja, lebih baik baginya diikatkan batu kilangan dan kemudian ditenggelamkan dalam laut atau mencungkil mata, memotong tangan yang menyesatkan! (ay. 6-10). Tentu perintah ini tidak diterapkan secara hurufiah. Namun, hal ini menunjukkan betapa seriusnya Tuhan, agar seorang pelayan anak-anak mendidik mereka dengan benar!

Ketiga, memelihara dan menyayangi anak-anak.

Kepedulian Tuhan Yesus terhadap anak-anak semakin jelas, ketika Ia mengatakan: “Demikian juga Bapamu yang di Sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang” (ay. 14). Kalimat ini dilatarbelakangi dengan kisah, jika seorang memiliki seratus ekor domba, dan salah satunya tersesat, tidakkah orang itu mencari yang seekor tersebut dan meninggalkan yang kesembilan puluh sembilan? (ay. 12-14). Demikianlah kita, harus memelihara dan menyayangi anak-anak!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s