Yesus Membersihkan Bait Allah

Bacaan hari ini: Matius 21:12-17
“Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.” (Matius 21:14)

Uang adalah hamba yang baik bagi kita; namun jika uang telah menjadi “tuan” atas hidup kita, maka ia akan menjadi tuan yang jahat. Hanya karena uang, mentalitas yang baik, bisa jadi rusak. Pelayanan yang baikpun, bisa rusak karenanya.

Dalam bacaan hari ini, kita mendapati bahwa ketika Tuhan Yesus masuk ke Bait Allah, Ia mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati (ay.12). Mengapa Tuhan Yesus melakukan hal tersebut? Di manakah para imam dan ahli Taurat yang bertanggung jawab atas pemakaian halaman Bait Allah sebagai tempat doa bagi bangsa-bangsa lain dan orang-orang berkebutuhan khusus, yang datang ke Yerusalem, untuk berdoa? Nampaknya, mereka memanfaatkan halaman Bait Allah untuk mendapatkan keuntungan pribadi, sebab dengan menempatkan para pedagang di halaman Bait Allah berarti mereka dapat meraup keuntungan dari para pedagang tersebut. Status quo ini nampaknya terbongkar ketika Tuhan Yesus mengembalikan fungsi halaman Bait Allah sebagai tempat doa, bukan mencari keutungan pribadi. Itulah sebabnya, para imam dan ahli Taurat berkepentingan untuk menegur Tuhan Yesus dan tidak menyukai-Nya. Tuhan Yesus pun tidak peduli. Ia mengusir semua pedagang; bahkan memakai tempat itu untuk menyambut mereka yang membutuhkan pertolongan-Nya; yakni orang-orang yang selama ini sulit untuk berada di sana, sekalipun untuk berdoa. Mereka adalah orang-orang buta, timpang dan sebagainya. Bagaimana dengan kita?

Hari ini, ada banyak pelayanan dalam gereja Tuhan, apabila tidak berhati-hati, kita bisa terjebak dalam perilaku yang buruk, sama seperti para imam dan ahli Taurat, dengan cara menjadikan pelayanan gerejawi, bukan lagi melayani mereka yang terhilang dan tersisihkan, tetapi untuk mencari keuntungan pribadi. Hanya karena uang, orientasi pelayanan yang baik telah menjadi rusak! Karena itu, marilah kita waspada dengan disorientasi pelayanan kita terhadap Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s