Mengasihi Sekalipun Disakiti

Bacaan hari ini: Matius 26:26-50
“Tetapi Yesus berkata kepadanya: ‘Hai teman, untuk itukah engkau datang?’ Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.” (Matius 26:50)

Bagaimana perasaan kita seandainya orang yang sudah lama kita kenal baik dan bersama-sama dengan kita, tiba-tiba mengkhianati kita? Tentunya itu bukanlah hal yang menyenangkan. Bisa jadi kita kemudian menjadi kecewa, marah, benci kepada orang tersebut. Jika kita tahu orang tersebut akan menyangkal dan mengkhianati kita, akankah kita tetap mau berteman dengannya? Saya kira tidak. Ketika memilih murid-murid-Nya, Yesus tahu karakter mereka masing-masing. Bahkan Yesus tahu apa yang akan murid-murid-Nya lakukan.

Konteks bacaan hari ini terjadi pada malam sebelum Yesus ditangkap. Ketika itu Yesus dan kedua belas murid-Nya bersama-sama menikmati perjamuan makan. Dalam perjamuan malam itu Yesus menyampaikan apa yang akan terjadi kepada murid-murid. Mereka akan tercerai-berai dan lari ketakutan ketika Yesus akan ditangkap. Petrus yang impulsif merespons dengan menyatakan, bahwa dia tidak akan meninggalkan Yesus. Namun Yesus berkata: sebelum ayam berkokok, dia akan menyangkal Yesus tiga kali. Pada bagian sebelumnya di ayat 21, Yesus juga telah mengatakan bahwa Yudas Iskariot akan menyerahkan Dia.

Sekalipun Yesus tahu bahwa murid-murid-Nya akan meninggalkan-Nya, Ia tetap mengasihi mereka. Dalam Yohanes 17 dicatat bagaimana Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya. Ketika Yudas menghampiri Yesus di taman Getsemani bersama para prajurit, Yesus memanggil Yudas dengan sebutan “teman” (ay. 50). Yesus masih menyebut Yudas sebagai teman sekalipun dia telah mengkhianati Yesus.

Yesus menunjukkan teladan yang luar biasa dalam mengasihi. Kasih Yesus tidak dipengaruhi kondisi. Ia tetap mengasihi murid-murid sekalipun mereka akan menyangkal diri-Nya, bahkan Dia tetap menunjukkan kasih-Nya kepada Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Itulah kasih yang sejati dan sempurna. Yesus juga menginginkan kita pengikut-Nya, memiliki kasih seperti itu. Maukah kita memiliki kasih seperti Yesus, yang mengampuni dan tetap mengasihi orang-orang yang telah menyakiti kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s