Melihat Tapi Tidak Jelas

Bacaan hari ini: Markus 8:22-26

“Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia keluar kampung…” (Markus 8:23)

Dari semua catatan Kitab Injil tentang Tuhan yang menyembuhkan orang yang sakit, bahkan dirasuk setan sekalipun, ini adalah satu-satunya kasus di mana orang yang bersangkutan tidak mengalami kesembuhan secara total, melainkan bertahap. Mengapa kesembuhan ini tidak terjadi secara langsung, namun bertahap?

Bila kita mengamati bagian perikop sebelumnya, kita akan membaca satu dialog yang cukup interaktif antara Tuhan dengan para murid, berkaitan dengan peringatan Tuhan supaya mereka waspada terhadap bahaya “ragi orang Farisi dan ragi Herodes” (Mrk. 8:15). Orang Farisi minta tanda dari Tuhan, padahal sudah banyak mujizat yang Tuhan lakukan sampai waktu itu; ini adalah gambaran kedegilan hati yang tidak beriman. Herodes adalah gambaran dari orang yang mengukur keberhasilan hidup dari jabatan, kuasa dan kekayaan. Kedua macam orang ini, hidup dalam kebutaan rohani yang sangat parah.

Maka untuk tujuan mengajarkan suatu kebenaran kepada para murid, Tuhan membawa orang buta tersebut ke luar kampung; ini adalah suatu pengalaman yang dikhususkan untuk para murid. Lalu sesampainya di luar kampung, Tuhan melakukan penyembuhan secara bertahap. Pada tahap pertama, Tuhan bertanya kepadanya, apa yang dia lihat? Orang buta itu menjawab, bahwa dia sudah mulai bisa melihat, tapi tidak jelas. Bentuk manusia sudah mulai tertangkap oleh matanya, tapi dia belum bisa melihat secara jelas. Dia sudah melihat, tapi tidak jelas. Itulah gambaran dari “mata rohani” para murid Tuhan hari itu. Mereka sudah menyaksikan, bahkan mengalami sendiri berbagai mujizat, termasuk dua kali mujizat luar biasa ketika Tuhan memberi makan 5000 orang (Mrk. 6:30-44) dan 4000 orang pada kesempatan lain (Mrk.8:1-10), namun mereka tetap tidak menangkap apa yang Tuhan maksudkan ketika memperingatkan mereka. Sama seperti orang buta itu, yang “melihat tapi tidak jelas,” berapa banyak “tanda” dan “mujizat” Tuhan yang sudah kita alami? Apakah pengalaman-pengalaman itu membuat kita semakin jelas mengenal Dia?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s