Kasih Dalam Perbuatan

Bacaan hari ini: Markus 12:28-34
“Memang mengasihi Dia … dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” (Markus 12:33)

Bangsa Israel, pada zaman Yesus, berusaha untuk menaati hukum-hukum Taurat. Salah satu hukum Taurat yang mereka usahakan taati adalah Shema Israel (Dengarlah, hai orang Israel!). Isi dari Shema Israel ini terambil dari Ulangan 6:4-5: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.”

Namun sayangnya, semangat untuk melakukan Taurat ini ternodai oleh sikap mereka yang salah dalam menafsirkan Shema Israel. Orang-orang Israel, secara khusus pemimpin-pemimpin agama, menafsirkan bahwa mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan segenap jiwa adalah dengan melakukan ritual-ritual agama (memberikan persembahan uang ke bait Allah, berdoa, mempersembahkan korban bakaran, dan lain sebagainya). Karena penafsiran yang keliru inilah, akhirnya semua orang Israel ikut keliru dalam melakukan hukum Taurat.

Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini untuk menunjukkan siapakah TUHAN itu. Tuhan Yesus datang membawa sebuah penggenapan akan hukum-hukum Taurat bagi orang Israel. Salah satu hukum Taurat yang Tuhan ingin mereka tafsirkan dengan benar adalah mengenai Shema Israel. Selama ini, orang Israel hanya menjadi orang yang melakukan peraturan-peraturan agama, tapi tidak sungguh-sungguh mengasihi Allah dan sesama mereka. “Mengasihi Allah” mereka jadikan sebuah peraturan-peraturan agama: tidak boleh ini, tidak boleh itu, harus melakukan ini, harus melakukan itu. Perihal “hukum mengasihi manusia,” orang Israel pun tidak melakukannya. Orang Israel menganggap najis orang-orang yang sakit kusta, bahkan orang Israel benci kepada orang-orang Samaria yang adalah juga seorang manusia, dan sebagainya.

Melalui kehidupan-Nya, Tuhan Yesus membawa sebuah pemahaman yang baru kepada orang-orang Israel bahwa mengasihi Allah bukanlah soal peraturan-peraturan keagamaan, tetapi mengerjakan perintah-Nya dan kasih terhadap sesama.

 

Blessings

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s