Sekitar Kematian-Nya

Bacaan hari ini: Markus 14:1-26
“Tetapi Yesus berkata: Biarkanlah dia … Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik kepada-Ku…” (Markus 14:6)

Kitab Markus dibuka dengan kalimat: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Dengan menyebut Yesus sebagai Anak Allah, Markus ingin menyatakan bahwa Yesuslah, Mesias yang dipilih Allah untuk “memerintah” bangsa Israel. Namun bangsa Israel telah menolak-Nya. Di sekitar penolakan itu, ada beberapa peristiwa yang Yesus alami dan maksudkan dalam kematian-Nya.

(1) Ada perencanaan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat, yang dilakukan oleh para imam kepala dan ahli-ahli Taurat.

Mereka ialah tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk orang-orang Farisi. Mereka bisa saja tidak sama dalam pandangan tentang: hal berpuasa (Mrk. 2:8), mengenai memegang hukum Sabat (Mrk. 2: 24), dan mengenai perceraian (Mrk. 10:2), namun mereka bisa bersama-sama sepakat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus.

(2) Yesus diurapi oleh seorang perempuan yang membawa minyak narwastu murni yang mahal harganya.

Tindakan perempuan ini menunjukkan kasihnya kepada Yesus, selain sebagai persiapan untuk penguburan-Nya.

(3) Pengkhianatan Yudas Iskariot, salah seorang murid-Nya terhadap diri Yesus, dengan menjual-Nya kepada para imam kepala.

Pengkhianatan ini telah membuka jalan bagi para imam kepala dan ahli-ahli Taurat untuk menangkap Yesus.

(4) Yesus mengadakan perjamuan malam bersama murid-murid-Nya.

Di dalam perjamuan malam itu, Yesus menunjukkan bagaimana Ia akan dibunuh dan darah-Nya akan dicurahkan sebagai kurban pengampunan dosa. Kematian Yesus akan menjadi dasar Perjanjian Baru antara Allah dan umat-Nya yang baru.

Dari rangkaian peristiwa sekitar menjelang kematian-Nya, kita melihat Yesus telah siap menghadapi kematian-Nya. Ia memberikan teladan bagi kita. Teladan apa yang kita dapatkan?

Sebagai orang percaya, kita harus siap menghadapi penderitaan, pengkhianatan, dan kekecewaan yang mungkin saja dapat meruntuhkan iman kepercayaan kita. Namun, tetaplah berdiri teguh dalam iman kita kepada-Nya, sama seperti Dia!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s