BERIBADAH KEPADA TUHAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH MEMBAWA PEMBEBASAN SEUTUHNYA

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo- Maret 2016

 

Shalom saudara yang dikasihi Tuhan, waktu berjalan begitu cepat, dengan tidak terasa kita sudah memasuki bulan ketiga di tahun 2016. Tahun 2016 Tuhan memberikan tema, “Tahun 2016 adalah Tahun Pembebasan Seutuhnya”. – The Year of Total Deliverance.”

Seperti apa yang tertulis dalam Lukas 4:18-19, Tuhan Yesus berkata bahwa Tahun Rahmat Tuhan telah datang! Tahun Yobel telah datang! Tahun Pembebasan telah datang! Apa yang Tuhan Yesus lakukan? Dia membebaskan orang-orang yang tertawan, orang-orang yang tertindas, orang-orang miskin dan orang-orang yang buta baik; secara rohani maupun jasmani. Tuhan bebaskan!

Saya tidak tahu keadaan Saudara hari ini, adakah di antara Saudara yang memerlukan pembebasan seutuhnya? Tuhan akan memberikan Saudara pembebasan seutuhnya.

 

PEMBEBASAN SEUTUHNYA BAGI BANGSA ISRAEL

Keluaran 2-12 mengisahkan bagaimana Tuhan melakukan pembebasan seutuhnya bagi orang Israel yang ada di Mesir. Ketika orang-orang Israel berada di Mesir, mereka ditindas, diperbudak sehingga mereka berteriak kepada Tuhan dan akhirnya Tuhan mendengarkan teriakan mereka dan berkata, “Aku mengingat perjanjian-Ku dengan Abraham, Ishak dan Yakub”.

Bangsa Israel telah hidup di tanah Mesir selama 430 tahun. Mesir secara rohani berbicara tentang sistem dunia yang dikendalikan oleh Iblis. Firaun sebagai penguasa Mesir berbicara tentang penguasa yang mengendalikan sistem dunia, yaitu Iblis sendiri. Untuk membebaskan orang Israel keluar dari Mesir, Tuhan mengutus Musa dan Harun untuk menghadap Firaun. Ternyata pembebasan seutuhnya itu tidak mudah, Musa dan Harun harus melakukan peperangan rohani melawan Firaun.  Dalam hal ini mereka hanyalah sebagai alat dalam peperangan rohani tersebut, sebab yang melakukan peperangan itu adalah Tuhan sendiri.

Penerapan pembebasan seutuhnya bagi bangsa Israel adalah Tuhan membawa orang-orang Israel keluar dari perbudakan dan penindasan di Mesir dan membawa mereka kepada Tuhan supaya mereka dapat beribadah kepada Tuhan di padang gurun, setelah itu mereka dibawa ke negeri yang penuh susu dan madu.

Aplikasi pembebasan seutuhnya bagi kita orang-orang pilihan Tuhan atau orang-orang Israel secara rohani adalah Tuhan membebaskan kita dari perbudakan dan penindasan oleh dosa dan Iblis, kita dibawa kepada Tuhan untuk mengenal Dia dan kita beribadah kepada-Nya.

Padang gurun berbicara tentang PROSES. Setelah melewati proses demi proses, saudara dan saya akan dibawa ke negeri atau tanah yang penuh susu dan madu.Tanah yang penuh susu dan madu berbicara tentang:

  1. Hidup berkelimpahan di dalam segala hal (Yohanes 10:10)
  2. Berbicara tentang SORGA

 

Proses ini sebenarnya adalah PROSES KESELAMATAN bagi Saudara dan saya! Pembebasan seutuhnya berbicara tentang proses keselamatan.

 

PEMBEBASAN SEUTUHNYA BAGI ORANG PERCAYA

Sejak awal Firaun atau penguasa sistem dunia yaitu Iblis tidak menghendaki pembebasan seutuhnya terjadi. Pembebasan seutuhnya adalah peperangan rohani. Bagian Tuhan adalah melepaskan tulah dan bagian Musa adalah taat akan perintah Tuhan. Artinya Tuhan yang berperang ganti kita. Tulah ke-1, ke-2 dan ke-3 masih belum ‘mempan’ dan mereka masih tetap tegar-tengkuk, tetapi saat tulah keempat diberikan, barulah Firaun memanggil Musa.

Ada 4 tipu daya Firaun/ iblis yang dilakukan kepada orang Israel dan juga kepada kita sebagai orang percaya, yaitu:

1.Boleh Menjadi Orang Percaya, Tetapi Gaya Hidup Harus Tetap Sama Dengan Orang Dunia (Keluaran 2-8)

Tuhan memberikan tugas kepada Musa untuk membawa orang Israel keluar dari Mesir untuk beribadah ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya. Setelah tulah ke-4, barulah Firaun memanggil Musa dan berkata, “Sekarang kamu boleh beribadah, tetapi di Mesir saja”. Saat itu, Musa langsung menjawab, “Mana bisa kami beribadah di Mesir! Ibadah kami adalah merupakan kekejian bagi Bangsa Mesir. Jadi kalau kami beribadah di Mesir, kami akan dilempari batu!” (Keluaran 8:25-27)

Pengertiannya: Kita boleh beribadah; boleh menjadi orang percaya, tetapi gaya hidup kita harus sama dengan orang dunia supaya kita tidak dihukum, atau supaya kita bisa hidup. Hari-hari ini kita banyak mendengar orang berkata, “Kalau kita berbisnis tidak sama dengan cara yang dilakukan dunia, mana bisa kita hidup? Mana bisa jalan bisnisnya? Mana mungkin mendapat pergaulan yang enak dengan orang dunia kalau kita tidak mengikuti cara-cara mereka (minum minuman keras, pesta-pora, mabuk-mabukan, narkoba, perzinahan)”. Berhati-hatilah! Itu salah satu tipu daya Iblis.

 

Salah satu tipu daya iblis adalah: “Kamu boleh jadi orang Kristen, tidak apa-apa…tetapi gaya hidupmu tetap harus tetap sama dengan orang dunia supaya kamu dapat hidup!”.

Waktunya sudah sangat singkat, Saudara harus hidup sesuai dengan Firman Tuhan, agar sebelum hal ini terjadi kita sudah diangkat.

 

2.Boleh Menjadi Orang Percaya, Tetapi Jangan Terlalu Serius (Keluaran 8:28)

Setelah Musa menolak tawaran Firaun, dia berkata kepada Firaun, “Tuhan menyuruh kami harus pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban. Jadi kami tidak bisa mempersembahkan korban di Mesir. Kami tolak itu, kami tidak bisa!”

Firaun berkata, “Baiklah kalau begitu, kamu boleh pergi ke padang gurun. Berapa hari perjalanannya? Tiga hari? Wah, terlalu lama. Kamu boleh beribadah ke padang gurun, tetapi jangan jauh-jauh. Biarlah kurang dari tiga hari tetapi setengah hari atau satu hari saja perjalanan jauhnya”.  Pengertiannya: Kamu boleh jadi orang Kristen, tetapi jangan terlalu serius. Jangan jauh-jauh! Jangan sungguh-sungguh! Inilah tipu daya iblis.

Alkitab berkata bahwa dosa itu akan diampuni kalau kita bertobat!

1 Yohanes 1:9 dengan jelas berkata, Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jadi syarat supaya dosa kita diampuni adalah pertobatan.

 

John Calvin yang dikenal dengan ‘Calvinisme’ menyatakan  tentang hukum dan pertobatan.

Pertobatan bukan hanya permulaan kehidupan Kristiani tetapi itulah gaya hidup Kristiani yang sebenarnya.” Pertobatan bukan hanya pada waktu kita mengalami kelahiran baru, yaitu bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus lalu selesai, tetapi justru pertobatan adalah gaya hidup kita setiap hari dan setiap saat kita koreksi diri. Barulah Saudara akan menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh.

 

Tuhan Yesus pasti mengampuni Saudara dan jangan lupa, yang bisa membuat kita mampu melakukan Firman Tuhan itu bukan karena kekuatan kita, tetapi karena kasih karunia! Kalau saudara hidup intim dengan Tuhan, saudara pasti bisa melakukannya. Bukan dengan kekuatan kita melainkan kekuatan dari Tuhan, yaitu kasih karunia Tuhan.

 

3.Boleh Beribadah, Tetapi Hanya Suami, Jangan Seluruh Keluarga (Keluaran 10:12)

Pada tulah ke-5, 6, 7 sampai ke-8, Firaun masih tetap tegarkan dirinya atau tegar tengkuk, lalu setelah tulah ke-8 akhirnya Firaun tidak tahan dan memanggil Musa. Lalu bertanya, “Siapa sih yang sebenarnya akan pergi?” Musa langsung menjawab, “Yang akan pergi adalah orang-orang muda dan yang tua, anak laki-laki, perempuan dengan kambing-domba kami, lembu-sapi kami sebab kami harus mengadakan perayaan untuk Tuhan”. Langsung Firaun menawar lagi, “Baiklah, kamu boleh pergi, tapi hanya laki-laki saja yang boleh pergi”. Ini pun langsung ditolak oleh Musa! Sebab artinya Firaun atau Iblis berkata begini, “Sudahlah, yang percaya biar laki-laki saja, isteri dan anak-anak tidak perlu jadi orang percaya”.

Saudara, kalau suami-suami tidak bertindak sebagai imam, maka istri dan anak-anaknya pasti tidak sungguh-sungguh dengan Tuhan. Mazmur 128 berbicara tentang “Berkat Atas Rumah Tangga”, di situ jelas dikatakan bahwa kalau orang laki-laki atau suami-suami takut akan Tuhan dan hidup sebagai imam, maka istri dan anak-anaknya semua menjadi sungguh-sungguh.

Ada sebuah data yang menuliskan bahwa: Jika suami sungguh-sungguh dengan Tuhan, maka 70% dari anak-anaknya yang sungguh-sungguh dengan Tuhan. Kalau isterinya yang sungguh-sungguh dengan Tuhan, maka hanya 30% anak-anaknya yang sungguh-sungguh dengan Tuhan. Jadi berarti peranan suami ini sungguh luar biasa penting. Kalau suami – isteri sungguh-sungguh dengan Tuhan, maka 100% anak-anaknya yang sungguh-sungguh dengan Tuhan. Seluruh keluarga diselamatkan. Tuhan menghendaki seluruh keluarga diselamatkan, baru setelah itu Saudara akan mengalami pembebasan seutuhnya.

 

4. Boleh Menjadi Orang Percaya, Tetapi Tidak Perlu Dengan Harta (Keluaran 10:24)

Firaun tetap mencoba tawar menawar dengan Musa, tetapi Musa tetap menolak sampai akhirnya datang tulah ke-9 yaitu gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. Tulah ini sangat menekan orang Mesir sehingga membuat Firaun kembali memanggil Musa, “Hei Musa, kamu semua boleh pergi beribadah kepada Tuhan, tetapi….(jadi masih ada ‘tapi’nya)…kambing-dombamu dan lembu-sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut bersama kamu”.

Musa menjawab, “Tidak bisa! Kalau kami meninggalkan ternak kami, justru ternak kami itulah yang harus kami ambil untuk beribadah kepada Tuhan”. Jadi untuk beribadah kepada Tuhan memerlukan uang.

Saudara, Tuhan tidak memerlukan uang saudara, tetapi pekerjaan Tuhan atau pelayanan Tuhan itu butuh uang! Karena itulah Tuhan memberkati saudara, tetapi jangan lupa, Iblis tidak senang, dia akan terus berusaha untuk mencuri berkat yang Tuhan sudah sediakan bagi saudara.

 

Mazmur 126:5-6, “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” Berkas-berkas di sini berbicara tentang berkat-berkat Tuhan.

Menabur untuk Tuhan itu bukan hanya pada waktu kita mengalami kelebihan, tetapi justru pada saat seseorang sedang mengalami kekurangan. Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, yang berjalan maju sambil menangis, tetapi menabur benih; pasti pulang dengan bersorak-sorai sambil membawa berkat-berkat-Nya!

 

2 Korintus 9:6-8, “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.: “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga”.

 

Saudara, apa yang tidak sesuai Firman Tuhan semua ditolak oleh Musa dan itu juga yang harus kita lakukan, karena Firaun tetap tegar-tengkuk, maka tulah ke-10 terjadi, yaitu semua anak sulung mati! Semua anak sulung manusia termasuk anak sulungnya Firaun yang duduk di tahta, anak sulung hewan, semua mati! Malam itu di Mesir terjadi teriakan sebab tidak ada keluarga yang tidak mempunyai anak sulung, semuanya punya dan malam itu semuanya mati!

Melihat itu semua, Firaun tidak tahan dan  berkata, “Sekarang kamu pergi! Bawa semuanya!”. Sebelum ini terjadi Musa sudah memberi perintah kepada orang-orang Israel, “Nanti kalau kamu keluar dari Mesir, kamu datangi orang-orang Mesir dan katakan, “Berikan kami emas, perak, kain-kain. Ayo kasihkan kepada kami!”. Awalnya orang Israel antara percaya atau tidak percaya, “Apakah akan diberi ya? Minta emas, perak dan kain?”. Tetapi ternyata mereka diberi!

Saudara, Firman Tuhan berkata, “Tuhan membuat orang-orang Mesir bermurah hati kepada orang-orang Israel” dan malam itu, dalam satu malam setiap orang Israel menjadi jutawan! Ini benar! Mungkin ada di antara Saudara yang sedang bergumul selama berbulan-bulan, tetapi ada saatnya dalam tempo satu malam, apa yang Saudara doakan selama ini akan Saudara terima. Amin!

Saudara yang dikasihi Tuhan, orang Israel keluar dari Mesir dan beribadah kepada Tuhan. Mereka memang diproses di padang gurun, tetapi akhirnya mereka masuk dalam ‘tanah perjanjian’ tanah yang penuh susu dan madunya, yaitu SORGA! Amin.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s