Alat di Tangan Tuhan

Bacaan hari ini: Lukas 1:21-38
“Kata Maria: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:38)

Beberapa bulan setelah malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia untuk memberitakan kelahiran Yohanes Pembaptis, ia juga menampakkan diri kepada Maria. Selama kurang lebih 400 tahun, tidak ada berita mengenai penglihatan terjadi di Israel. Ketika malaikat Gabriel muncul di hadapan Maria, respons pertamanya ialah sama seperti Zakharia: terkejut dan takut. Kedatangan malaikat Gabriel kali ini untuk memberitakan bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang harus diberi nama Yesus. Hal ini tentu sangat mengejutkan Maria. Pada peristiwa sebelumnya, ketika Elisabet dikatakan akan mengandung, memang Elisabet sudah tua, namun ia sudah menikah dan memiliki suami. Sementara Maria belum menikah dan memiliki suami. Bagaimana mungkin dia bisa mengandung? Malaikat Gabriel kemudian menjelaskan bahwa anak di kandungan Maria adalah berasal dari Roh Kudus.

Ketika membaca kisah ini, tampaknya enak jadi Maria: orang yang dikaruniai Tuhan untuk menjadi ibu dari Sang Juruselamat. Tapi hati Maria bergumul pada saat ia menerima kabar dari malaikat Gabriel. Jika Yusuf, tunangan Maria, mendengar bahwa Maria hamil sebelum menikah, bisa jadi Yusuf tidak mau menikahi Maria. Ditambah lagi, hukum Yahudi pada masa itu sangat menentang perzinahan. Jika ada seorang wanita yang belum menikah ketahuan mengandung, konsekuensinya: wanita itu harus dijatuhi hukuman mati. Risiko yang ditanggung Maria sangat besar.

Namun sekalipun besar risikonya, Maria berkata, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu.” Alkitab mencatat berbagai respons, ketika Allah mengirimkan pesan mengenai kelahiran seorang anak. Sara tertawa (Kej. 18:9-15), Zakharia tidak percaya (Luk. 1:18). Namun di sini, Maria berserah. Pada saat itu, Maria mungkin belum mengerti benar apa yang akan diperbuat Anak yang akan dilahirkannya. Yang dia tahu adalah bahwa Tuhan memintanya untuk menjadi alat-Nya.

Maria menyerahkan dirinya untuk dipakai sebagai alat di tangan Tuhan. Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s