Nyanyian Pujian Maria

Bacaan hari ini: Lukas 1:39-56
“Lalu kata Maria: Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.” (Lukas 1:46-47)

Setelah menerima berita dari malaikat Gabriel, Maria bergegas pergi untuk mengunjungi Elisabet. Kebergegasan Maria untuk mengunjungi Elisabet adalah untuk meyakinkan dirinya akan peristiwa yang baru saja terjadi. Ketika Maria berjumpa dengan Elisabet yang sedang mengandung, bayi dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan dan Elisabet dipenuhi Roh Kudus. Pada waktu melihat keadaan Elisabet, di situlah iman Maria semakin diteguhkan. Dia menyadari akan anugerah Tuhan yang begitu luar biasa dalam hidupnya. Kemudian Maria mengungapkan rasa syukurnya dengan menyanyikan pujian bagi Tuhan.

Ayat 46-55 berisikan nyanyian pujian Maria yang disebut Magnificat. Magnificat adalah suatu pujian bagi kemuliaan dan keagungan Allah. Maria mengungkapkan pujiannya kepada Allah atas karya agung-Nya bagi dunia yang dikerjakan melalui dirinya. Pujian Maria ini keluar dari hati yang terdalam dan penuh sukacita. “Jiwaku memuliakan Tuhan…,” ungkapan yang menggambarkan kesungguhan dan ketulusan Maria dalam memuja dan memuji Allah. Kita dapat melihat ada tiga bagian dalam nyanyian pujian Maria. Pertama, pujian karena berkat dan kemurahan Tuhan pada dirinya (ay. 47-49). Kedua, pujian karena perbuatan dan kuasa Tuhan pada semua manusia secara umum (ay. 50-53). Ketiga, pujian karena Tuhan menggenapi janji-Nya kepada Israel (ay. 54-55).

Di sini kita melihat bagaimana respons Maria ketika mengalami berkat Tuhan. Maria menerimanya dengan sukacita dan mengungkapkan rasa syukurnya melalui pujian kepada Tuhan. Setiap kita pasti telah merasakan berkat dari Tuhan. Sekalipun kita tidak menerima berkat yang sama seperti Maria, tetapi kita tak dapat menyangkal bahwa Tuhan telah begitu banyak mencurahkan berkat-Nya bagi kita.

Lalu, apakah yang menjadi respons kita ketika menerima berkat dari Tuhan? Apakah kita sudah mengucap syukur dan memuji kebesaran Tuhan karena berkat-Nya dalam hidup kita, seperti yang dilakukan Maria? Mari kita bersyukur kepada Tuhan!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s