Cross and Joy

Kotbah kebaktian Jumat Agung BIC Korea

Ibrani 12:2

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Let us fix our eyes on Jesus, the author and perfecter of our faith, who FOR THE JOY set before Him endured the cross, scorning its shame, and sat down at the right hand of the throne of God.

 

Penulis surat Ibrani memberikan kepada kita sebuah rahasia besar untuk kita bisa bertekun di dalam segala macam kesulitan.

Rahasianya adalah kita harus bisa melihat dengan jelas sukacita yang di sediakan di depan kita.

 

Qoutes: “When we see our crown clearly, we can carry our cross willingly”

Inilah rahasia untuk kita bisa bertekun di dalam segala macam kesulitan.

 

Pada saat Yesus melihat dengan jelas SUKACITA yang di sediakan di depan Dia, maka Dia mau memikul salib-Nya dengan rela dan penuh kekuatan.

SUKACITA yang Yesus lihat di depan, yang membuat Dia rela memikul salib yang hina dan menakutkan adalah KITA

‘JOY’ buat Yesus, adalah pada saat Dia bisa mendapatkan kita kembali menjadi milik-Nya.

“Mendapatkan kita”, adalah sukacita yang membuat Yesus mau bertahan dan terus berkomitmen untuk melewati semua kesakitan dan penderitaan

Sukacita bagi Yesus adalah pada saat Dia bisa bersekutu kembali dengan kita dalam keintiman.

Karena DOSA itu MEMISAHKAN

Dosa membuat hubungan Tuhan dengan kita TERPUTUS

Itu sebabnya, Yesus harus berkorban dan mati menggantikan hukuman dosa, yang seharusnya kita tanggung akibat dosa.
Karena tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan dosa (ibrani 9:22)

Sukacita Yesus adalah kita

Pertanyaannya: Apakah sukacita kita?
Apakah Yesus adalah segala-galanya bagimu? apakah Yesus adalah pribadi yang paling berharga dan paling bernilai buat hidupmu? Apakah mengenal Yesus adalah tujuan yang sangat besar dalam hidupmu?

Sama sama seperti Paulus, ketika dia mengatakan: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” (Fil 3:10)

Dari kebenaran ini, kita bisa memahami alasan mengapa cukup banyak orang Kristen tidak mau hidup dalam ketaatan.

jawabannya, karena mereka tidak bisa melihat Yesus begitu bernilai, dan berharga dalam hidupnya.

Mereka tidak mau masuk lebih dalam untuk mengenal Yesus secara intim.

Karena, pada saat kita masuk dalam hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan, maka kita akan melihat dunia dan segala isinya sama sekali tidak sebanding dengan KEMULIAAN TUHAN, yang lebih bernilai, lebih berharga, dan lebih mulia

 

2 Kor 4:17-18
17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami KEMULIAAN KEKAL yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

 

Blessings

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s