Keselarasan Hati dan Perbuatan

Bacaan hari ini: Lukas 6:43-45
“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat…” (Lukas 6:45)

Seringkali kita mendengar orang berbicara demikian: “Kelakuan orang tersebut (maksudnya adalah orang Kristen tersebut), mirip dengan orang yang tidak beragama; katanya Kristen, tapi kok seperti itu; sifat dan perilakunya tidak seperti keyakinannya!” Tentu pernyataan seperti ini lahir dari sebuah pengamatan yang terjadi di sekitar kehidupan orang tersebut. Dari kalimat ini menunjukkan adanya suatu perilaku yang tidak selaras antara apa yang diyakini, dengan apa yang dilakukan. Ini adalah suatu kemunafikan.

Orang munafik adalah orang yang berpura-pura memiliki keyakinan untuk setia kepada keyakinannya, namun perkataan dan perilakunya tidak menunjukkan hal yang demikian. Orang munafik dapat diartikan juga sebagai orang yang berkata-kata tentang sesuatu yang baik dan benar, namun hati dan pikirannya tidaklah demikian.

Bacaan kita hari ini adalah bagian dari konteks yang lebih luas dari Lukas 6:39-49, yang secara khusus berbicara tentang karakter seorang murid, dalam hal ini adalah “Murid Kristus.”

Melalui bagian ini, Tuhan Yesus mengingatkan para murid-Nya tentang bagaimana seharusnya mereka bersikap. Seorang murid Kristus harus bersikap benar, dalam arti: apa yang ada di dalam hatinya akan terungkap melalui tutur kata dan perilakunya.

Tuhan Yesus sedang memperingatkan perilaku yang ada pada zaman itu, bahwa “Hati yang benar-benar baik akan mengeluarkan tutur kata dan perilaku yang baik; dan sebaliknya, hati yang tidak baik hanya akan mengeluarkan tutur kata dan perilaku yang tidak baik.

Keselarasan antara apa yang ada di dalam hati dan yang keluar melalui tutur kata dan perilaku adalah hal yang tidak dapat dipisahkan.

Itulah sebabnya, orang yang tidak baik, tidak akan bisa pura-pura baik. Sekalipun dalam batasan tertentu, ia dapat menutupinya, kemunafikan itu pasti akan terongkar! Itu sebabnya Amsal mengingatkan bahwa, “Jagalah hati dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah akan terpancar kehidupan.” Oleh karena itu, marilah kita menjaga hati dan memiliki perbuatan yang selaras.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s