Hati yang Siap Ditaburi Firman

Bacaan hari ini: Lukas 8:4-15


“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” (Lukas 8:15)

Banyak orang Yahudi berbondong-bondong datang menggabungkan dirinya pada Yesus. Mereka datang dari berbagai kota untuk melihat apa yang Yesus lakukan dan ajarkan (ay. 4). Namun demikian, Yesus tidak terkesan dengan orang banyak yang mengikuti-Nya. Mengapa ?

Tuhan Yesus tahu benar bagaimana kondisi rohani hati mereka yang sesungguhnya. Perumpamaan mengenai penabur ini sesungguhnya menyatakan bagaimana respons Yesus terhadap orang banyak yang datang bergabung dengan-Nya. Melalui perumpamaan ini, Tuhan Yesus menghendaki agar mereka memerhatikan dan menanggapi ajaran-Nya dengan sikap yang benar, kemudian memercayai dalam hati mereka, dan melakukannya; bukan sebaliknya, hanya mendengar tanpa memercayai dan melakukannya. Bagaimana dengan kita?

Melalui perumpamaan ini, Tuhan Yesus juga mau mengoreksi hati kita, apakah hati kita seperti tanah yang baik sehingga firman Tuhan yang kita dengar dapat bertumbuh dan menghasilkan buah seratus kali lipat; ataukah sebaliknya, apakah hati kita seperti tanah yang berbatu-batu, sehingga setelah mendengarkan firman Tuhan, bertumbuh, namun kemudian karena himpitan dunia ini menjadi kering dan tidak berbuah sama sekali (ay. 5-8)?

Dalam ayat 8 dan 18, Tuhan Yesus sekali lagi menegaskan kepada kita bahwa sesungguhnya mendengar firman Tuhan saja tidak cukup; Tuhan Yesus ingin agar kita menjadi pelaku firman Tuhan (ay. 21) dan bahkan bila ujian itu datang menimpa kehidupan kita, kita tetap memiliki hati yang sungguh-sungguh teguh percaya kepada firman Tuhan (ay. 22-25).

Demikianlah keinginan Tuhan Yesus kepada para pendengar dan para murid-Nya, termasuk kita hari ini. Ia rindu agar kita selalu memiliki sikap hati yang benar terhadap firman-Nya; mendengarkan firman-Nya dengan sepenuh hati, memercayai-Nya dengan sungguh-sungguh, menaati-Nya dan melakukan firman-Nya dalam kehidupan sehari-hari; sehingga kita sehat secara rohani, bertumbuh dan berbuah berlipat kali ganda. Dengan cara ini kita dapat menyukakan hati-Nya. Amin.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s