Memahami Arti Menjadi Kristen

Bacaan hari ini: Lukas 9:22-27
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Lukas 9:23)

Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menyangkal diri, memikul salib setiap hari dan mengikut-Nya. Tentu saja hal ini tidak mudah, karena itu berarti kita siap untuk mematikan keinginan daging kita, mengubah kebiasaan buruk kita, meninggalkan dosa-dosa kita, serta meneladani kehidupan Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus sendiri telah memberikan teladan bagi kita dengan menaati kehendak Bapa-Nya. Filipi 2:8 mengatakan, bahwa Tuhan Yesus telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Jika Yesus saja rela taat sampai mati demi memenuhi kehendak Bapa-Nya, bagaimana seharusnya dengan sikap kita?

Sayangnya, banyak orang Kristen mau mengikut Tuhan Yesus hanya sekadar untuk mendapatkan berkat, tetapi tidak rela untuk menyangkal diri, memikul salib setiap hari. Dengan mudah mereka memutuskan untuk mengikut Tuhan, tetapi hanya dengan setengah hati. Padahal tidak ada yang namanya mengikut Tuhan setengah-setengah. Dalam Matius 6:24, firman Tuhan mengatakan bahwa kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan. Kita tidak bisa mengabdi kepada Allah dan juga kepada Mamon. Ketika kita mengikut Tuhan setengah hati, itu berarti kita telah memutuskan untuk tidak mengikuti Dia sama sekali.

Kita sering mendengar, apabila ada orang Kristen yang ditegur karena dosanya, maka ia justru mengatakan bahwa itu sudah mendarah daging, tidak bisa diubah lagi. Atau ia berkata, “Dari dulu aku memang pemarah, itu sudah turunan.” Ada yang berkata, “Hidupku jadi begini karena keluargaku berantakan.” Kita sering kali menyalahkan masa lalu, keluarga, bahkan situasi, hanya karena kita sebenarnya memang tidak mau berubah!

Menyangkal diri dan juga memikul salib dalam mengikut Tuhan Yesus merupakan syarat yang tidak bisa ditawar-tawar bagi setiap orang Kristen. Siapapun kita, ketika memutuskan untuk mengikut Tuhan Yesus, menjadi orang Kristen, itu berarti kita siap dan mau mematikan keinginan daging kita, meninggalkan kebiasaan hidup yang penuh dosa!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s