Fenomena vs Esensi

Bacaan hari ini: Lukas 11:27-28
“Yang Berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Lukas 11:28)

Ketika melanjutkan perjalanan menuju Yerusalem, Tuhan Yesus terus menolong membebaskan orang dari berbagai penderitaan sakit-penyakit dan penyiksaan dari si jahat serta menyampaikan ajaran-ajaran yang penting. Seorang wanita mengamati apa yang Dia lakukan, dan memberi komentar dari sudut pandang seorang ibu; “Berbahagialah wanita yang telah menjadi ibu-Mu. Engkau adalah sosok seorang manusia yang terbaik yang pernah aku lihat. Betapa membanggakannya wanita yang menjadi ibu-Mu”

Namun Tuhan sama sekali tidak tertarik dengan basa-basi seperti itu. Ia langsung memberi koreksi bahwa yang berbahagia adalah mereka yang mendengar firman dan memeliharanya. Setiap orang yang bertelinga, bisa mendengar firman; begitu juga yang punya mata sehat, dia bisa membaca Alkitab. Tetapi hanya orang yang mempunyai hidup baru, hati yang baru, relasi yang baru dengan Allah sang sumber dari segala firman, orang yang seperti itulah yang mampu memelihara apa yang didengar dan dibaca.

Di sini, sekali lagi kita belajar tentang suatu kelemahan laten manusia, yang cenderung hanya mementingkan hal-hal lahiriah saja. Betapa bahagianya jika bisa hidup dengan kondisi ekonomi yang berkecukupan, jika kita bisa menjalani syariat dan ritual agama dengan baik, betapa salehnya hidup seperti itu; betapa bahagianya jika kita bisa punya orang tua atau anak yang menjadi pendeta besar, melayani di gereja besar; betapa bangganya orang tua yang anak-anaknya mampu mencapai gelar yang tinggi, apalagi yang rajin ibadah.

Apa yang terlihat oleh mata, itulah yang cenderung dikagumi. Tapi Tuhan menyatakan bahwa ada hal yang sifatnya lebih esensial, lebih penting dari semua yang lahiriah dan kelihatan, yaitu mengalami anugerah Allah yang membawa kita ke dalam suatu relasi hidup yang baru dengan Dia.

Suatu relasi hidup yang dinamis, di mana firman Allah menjadi hidup dan sekaligus pemuas hidup. Ini esensi kekristenan yang membawa kebahagiaan sejati; mengalami kuasa firman yang dinamis dalam hidup kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s