Tuhan Yesus Cinta Anak-Anak

Bacaan hari ini: Lukas 18:15-17
“Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Lukas 18:16)

Ketika Yesus mengatakan bahwa hanya mereka yang seperti anak-anaklah yang mewarisi Kerajaan Allah, apakah yang Ia maksudkan?

Kualitas-kualitas apakah yang Ia sedang pikirkan?

Pertama, anak-anak tidak kehilangan perasaan kekaguman.

Seorang anak selalu hidup dalam kekaguman. Kekaguman itu ditunjukkan di dalam hubungan anak dengan ayah. Anak akan selalu kagum dengan ayahnya, karena selalu bersama mereka dan memiliki hubungan yang sangat dekat.

Kedua, seluruh hidup anak kecil didasarkan atas kepercayaan.

Ketika masih muda atau anak-anak, kita tidak pernah ragu soal makanan yang kita perlukan. Kita pergi ke sekolah dengan suatu kepastian bahwa rumah kita masih akan tetap di sana ketika kita kembali pulang, dan segala sesuatu akan siap memberikan kesejahteraan kepada kita. Kepercayaan seorang anak kepada orang tuanya adalah mutlak, demikian juga hendaknya kepercayaan kita kepada Bapa kita.

Ketiga, anak-anak pada dasarnya taat. Benar bahwa sering kali anak-anak itu tidak taat. Tetapi naluri anak-anak adalah taat. Ia tahu persis bahwa ia harus taat dan akan merasa tidak bahagia apabila ia tidak taat. Dalam lubuk hati mereka, kata-kata orang tuanya adalah hukum. Demikianlah hendaknya kita dengan Allah, mau untuk selalu taat.

Keempat, seorang anak mempunya sifat bawaan yang mengagumkan untuk mengampuni.

Hampir semua orang tua berlaku tidak adil kepada anak-anak mereka. Kita menuntut dari mereka suatu standar ketaatan, hanya untuk memuaskan keinginan kita sendiri. Tetapi anak-anak mudah mengampuni dan melupakan, bahkan tidak pernah menyadarinya ketika ia masih kecil. Hidup kita akan jauh lebih indah jika kita mampu mengampuni, sebagaimana halnya seorang anak mengampuni. Bagaimana dengan kita hari ini?

Memelihara perasaan kekaguman, hidup dalam kepercayaan mutlak, taat secara naluriah, mengampuni dan melupakan, merupakan sikap yang harus kita miliki sebagai anak-anak Allah yang berkenan di hadapan-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s