Waspada Terhadap Ajaran Sesat

Bacaan hari ini: Lukas 20:27-47
“Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang… Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” (Lukas 20:46-47)

Bagian ini menceritakan bagaimana Yesus dicobai oleh orang-orang Saduki, orang-orang Farisi, dan ahli-ahli Taurat. Golongan pertama yang mencobai Yesus adalah orang-orang Saduki. Orang-orang Saduki bertanya tentang kebangkitan. Bagi kerumunan orang banyak yang mendengar hal ini, pertanyaan mengenai kebangkitan adalah pertanyaan yang tergolong sensitif. Mengapa demikian? Karena dalam kerumunan orang banyak itu terdapat orang-orang Farisi yang mempercayai adanya kebangkitan orang mati. Di sini Yesus berada dalam posisi yang serba salah. Meski demikian, dengan sangat bijaksana Yesus dapat menjawab mereka, bahkan membuat mereka bungkam.

Yesus membalas mereka dengan sebuah pernyataan mengenai Mesias. Bagi ahli-ahli Taurat, Mesias adalah keturunan Daud yang adalah seorang manusia biasa; sedangkan bagi Daud, Mesias adalah Tuannya, Dia lah yang duduk di sebelah kanan Allah. Ahli-ahli Taurat tidak percaya bahwa Yesus yang adalah manusia, juga adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, karenanya mereka pun bungkam akan hal ini. Dalam kesempatan ini, Yesus mengingatkan para murid-Nya untuk berhati-hati terhadap ajaran mereka. Mereka yang terlihat rohani sebagai pemuka agama, namun tidak mengakui Yesus sebagai Mesias. Orang-orang inilah yang menghalangi orang-orang bertemu dengan Allah yang benar.

Begitupun dalam kehidupan kita, kita perlu berhati-hati dengan ajaran-ajaran yang kita dengarkan. Jangan sampai yang kita percayai dan hidupi adalah ajaran yang menyimpang. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, menjadi Mesias bagi umat manusia. Kita perlu memahami apa yang menjadi ajaran Yesus dan kebenaran firman Tuhan secara utuh. Janganlah kita tidak memiliki dasar firman Tuhan yang kuat dan akhirnya terpengaruh oleh ajaran-ajaran sesat. Kita perlu waspada dengan ajaran yang bertentangan dengan kebenaran Tuhan, namun dipoles sedemikian rupa sehingga nampak seperti ajaran firman Tuhan. Mari kita setia dalam firman Tuhan dan bersekutu secara pribadi dengan Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s