Persembahan yang Menyenangkan Tuhan

Bacaan hari ini: Lukas 21:1-4
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.” (Lukas 21:3)

Setelah menasihati para murid dan orang banyak yang mendengar-Nya supaya waspada terhadap ahli-ahli Taurat (Luk. 20:45-47), Tuhan Yesus mengangkat muka-Nya dan melihat orang-orang yang sedang membawa persembahan (ay.1).

Tuhan melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan dan juga melihat seorang janda miskin yang memberikan persembahan dengan memasukkan dua peser ke dalam peti itu (ay. 2). Dua peser atau dua lepta, itulah persembahan janda miskin yang menjadi perhatian Tuhan Yesus. Satu lepton adalah suatu jumlah yang terkecil di antara jenis mata uang yang ada pada saat itu. Itu berarti bahwa persembahan janda miskin itu sangat kecil sekali nilainya dibandingkan dengan apa yang orang-orang kaya persembahkan saat itu.

Namun Tuhan Yesus berkata bahwa apa yang dipersembahkan oleh si janda miskin itu jauh lebih berharga dari segala persembahan yang dipersembahkan hari itu. Mengapa demikian? Sebab itulah semua yang ia punyai. Sesungguhnya, persembahan yang demikianlah yang menyenangkan hati Tuhan Yesus. Meskipun jumlahnya sama sekali tidak signifikan untuk dipuji, namun di mata Tuhan, persembahannya bernilai lebih besar dibandingkan persembahan orang-orang kaya itu (ay. 3).

Yang Tuhan Yesus lihat di sini adalah arti uang sejumlah itu bagi si janda miskin. Itulah jumlah uang yang dimilikinya untuk melanjutkan hidupnya (ay. 4).

Bila ia persembahkan semuanya, itu berarti ia mempercayakan dirinya pada Allah. Ia percaya bahwa Allah akan memelihara hidupnya dan memenuhi kebutuhannya.

Itu berarti bahwa ia meletakkan kepercayaannya pada Allah, bukan pada uangnya! Kemiskinan bukanlah alasan baginya untuk tidak memberi persembahan pada Allah! Si janda miskin ini memberikan persembahan dengan segenap hidupnya untuk menghormati Allah. Inilah persembahan yang disukai Tuhan!

Bagaimanakah kita selama ini? Marilah kita belajar untuk memberikan persembahan atau pelayanan dengan iman dan segenap hidup kita! Amin.

Blessings

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s