Mengkhianati Yesus

Bacaan hari ini: Lukas 22:3-6
“Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.” (Lukas 22:3)

Yudas Iskariot adalah salah satu, dari 12 murid, yang akhirnya mengkhianati Tuhan Yesus. Alkitab mencatat, bahwa dengan sengaja ia menemui para imam kepala untuk berunding tentang penangkapan Tuhan Yesus. Sebagai keuntungannya, Yudas Iskariot mendapatkan sejumlah uang (30 uang perak, Mat. 26:15) dari para imam tersebut. Menarik untuk disimak adalah, Injil Lukas menuliskan bahwa ketika Yudas menjual Tuhan Yesus, Iblis sedang ada di dalam dirinya. Injil Yohanes dengan jelas mengatakan bahwa Yudas kerasukan Iblis (Yoh. 13:27). Tetapi Yudas tetap dalam kesadarannya dan tidak seperti orang yang kerasukan Iblis yang menunjukkan perilaku aneh dan menyeramkan.

Beberapa hal bisa kita pelajari dari hal ini.

Pertama, orang yang dipakai oleh Iblis belum tentu berperilaku aneh dan menyeramkan, tapi dia bahkan bisa tetap berpikir dan berperilaku seperti manusia pada umumnya.

Ini justru yang membahayakan, karena orang tersebut tidak menyadari bahwa Iblis telah bermain-main dengan dirinya. Iblis dengan sengaja memakai dirinya untuk melawan Tuhan.

Kedua, kita perlu waspada terhadap cara kerja Iblis dalam menjerat manusia atau bermain-main dalam keberdosaan manusia.

Yudas sebenarnya tidak memiliki motivasi yang tulus ketika mengikut Yesus (Yoh. 6:70-71). Berikutnya, dia dicatat sebagai orang yang mencintai uang dan suka mengambil uang yang seharusnya digunakan untuk pelayanan Tuhan Yesus (Yoh. 12:6).

Dengan kata lain, Yudas memakai Tuhan Yesus untuk keuntungannya sendiri. Maka hal tersebut menjadi jerat dalam hidupnya yang dipakai Iblis untuk bermain dalam dirinya. Yudas nampaknya tidak pernah serius memperbaiki motivasi dan tindakan dalam pelayanannya.

Rasul Paulus juga mengingatkan kita, agar janganlah kita dikuasai amarah yang berdosa dan tanpa sadar memberi kesempatan kepada Iblis untuk bermain-main di dalamnya (Ef. 4:26-27). Mungkin kita tidak dikuasai Iblis, tetapi dampak tindakan dosa kita justru dipakai Iblis untuk menghancurkan Gereja atau kesaksian akan Tuhan melalui hidup kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s