Pembenaran Diri Sendiri

Bacaan hari ini: Yohanes 8:37-59
“Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah …” (Yohanes 8:47)

Kadang kita bertanya, “Mengapa orang Yahudi begitu sulit menerima Tuhan Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang Hidup?” Apakah ini disebabkan karena mereka tidak memiliki informasi tentang Tuhan Yesus, atau ada faktor lain yang membuat mereka menolak Dia? Dalam bacaan Alkitab kita hari ini, kita bisa menemukan beberapa jawaban.

Pertama, orang Yahudi sangat bangga terhadap status lahiriah mereka sebagai keturunan Abraham.

Status itu membedakan mereka dari bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Namun ironisnya adalah bahwa status lahiriah mereka tidak otomatis membuat mereka hidup sama seperti Abraham. Tidakan mereka jauh dari cara hidup Abraham. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menegur mereka, jika mereka mengaku sebagai keturunan Abraham, sepatutnya mereka hidup sama seperti Abraham, sehingga mereka bisa mengenal kehendak Allah dan tidak berusaha membunuh Tuhan Yesus (ay. 39-40).

Kedua, mereka merasa lebih tahu firman Allah dan mengenal Allah.

Tuhan Yesus berkata kepada mereka, “Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah” (ay. 47). Perkataan Tuhan ini tentu membuat kita bertanya-tanya, “Bukankah orang Yahudi sejak kecil telah diajar Taurat (firman Allah)?” Mengapa mereka ini tidak mengenal Dia? Dari perkataan Tuhan Yesus menunjukkan bahwa orang Yahudi merasa “lebih tahu” firman Allah dan “mengenal Allah” lebih benar daripada Tuhan Yesus sendiri. Akibatnya mereka “tidak bisa mendengar firman kebenaran Tuhan Yesus, yang adalah firman Allah sendiri” (ay. 46-47).

Di sini kita belajar, ketika kita membanggakan status diri kita (sebagai orang percaya/anak Tuhan) tanpa mau menghidupinya, atau membanggakan penguasaan diri sendiri tentang firman Allah, tanpa memiliki kerendah-hatian untuk terus belajar-diajar dan melakukannya dalam hidup kia, maka kerohanian kita akan menjadi “tumpul,” dan kesombonganlah yang menguasai hidup kita.

Jika ini terjadi dalam hidup kita, sesungguhnya kita tidak mengenal Dia dan kehendak-Nya. “Mendengar firman Allah” berarti mengerti dan melakukannya.

Blessings

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s