Percaya pada Rencana dan Kebaikan Tuhan

Bacaan hari ini: Yohanes 9:1-23
“Jawab Yesus: Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)

Diceritakan bahwa suatu kali ketika Tuhan Yesus sedang melintasi sebuah jalan, para murid bertanya kepada-Nya tentang kondisi seorang yang buta, dengan berkata: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang lain, sehingga ia dilahirkan buta?” (ay. 2). Mendengar pertanyaan mereka, Tuhan Yesus menjawab: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia” (ay. 3).

Jawaban Tuhan Yesus ini tentu mengejutkan mereka dan mungkin kita pada hari ini. Jika sesuatu yang buruk menimpa kita atau anggota keluarga kita, dan itu dikatakan sebagai “kehendak Allah,” bisakah kita menerimanya? Tentu kita akan sulit menerimanya, jika kita tidak mengenal dan mengakui kedaulatan-Nya dalam hidup kita.

Frase “pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia” sesungguhnya menunjukkan pandangan teologis yang penting tentang siapa Allah dan siapa kita, ciptaan-Nya. Frase ini mengajarkan kepada kita:

(a) bahwa Allah berdaulat atas milik-Nya dan memperlakukan apa yang dikehendaki-Nya. Namun, Dia bukan Allah yang tanpa tujuan dan “sembarangan” berkarya (bdk. Rm. 8:28, Ef.1:11).

(b) Bukan Allah yang harus bertanggung jawab terhadap kita, seolah-olah derajat kita adalah lebih besar dari Dia, tetapi kitalah yang bertanggung jawab kepada-Nya, karena kita adalah milik-Nya. Jika kita dipakai untuk menyatakan pekerjaan dan kehendak-Nya, sekalipun melewati keadaan yang tidak baik dan tidak menguntungkan, apakah kita percaya pada kasih karunia dan hikmat-Nya yang tidak terbatas?

Yang luar biasa, orang buta ini menerima keadaannya, bahkan kedua orang tuanya pun tidak kecewa terhadap anak yang telah Allah karuniakan kepada mereka. Justru sebaliknya, melalui apa yang nampak buruk itu (kebutaan), orang itu mengenal Sang Mesias dan kuasa Allah yang dinyatakan di dalam Dia (ay. 37). Bagaimana dengan Anda?

Marilah kita tidak putus asa menghadapi situasi yang buruk, melainkan tetap percaya pada kedaulatan dan kebaikan Tuhan atas kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s