Engkau Bukanlah Sahabat Kaisar

Bacaan hari ini: Yohanes 19:1-22
“Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.” (Yohanes 19:12)

Pilatus menyatakannya kepada orang-orang Yahudi itu, bahwa Yesus tidak bersalah (18:38b, 19:4, 12). Ia pun berusaha membebaskan Yesus dari segala macam tuntutan mereka. Pilatus menawarkan untuk membebaskan Yesus dengan merujuk kebiasaan hari Paskah, di mana ia mempunyai kuasa untuk membebaskan seorang tahanan, menurut pilihan atau permintaan mereka (ps. 18:39). Namun sayang, mereka tidak memilih Yesus untuk dibebaskan. Mereka justru, memilih Barabas untuk dibebaskan.

Pilatus pun menyesah Yesus lalu menyerahkan kepada mereka sambil menyatakan kembali kepada mereka, bahwa sesungguhnya Yesus tidak bersalah. Ia berharap, Yesus dibebaskan oleh para pendakwa-Nya. Namun segala usaha Pilatus tersebut ternyata sudah tercium oleh mereka. Karena itu mereka berteriak: “Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar” (ay. 12). Ini merupakan “pukulan mematikan” orang-orang Yahudi terhadap Pilatus. Ada tafsiran mengatakan, sebelum peristiwa ini, Pilatus pernah melakukan dua kali kesalahan, yang dilaporkan kepada kaisar. Ancaman di sini berhubungan dengan kedua kesalahan terdahulu itu. Seakan-akan mereka berkata: “Pilatus, ingatlah bahwa engkau sudah punya 2 catatan kesalahan di hadapan kaisar. Bila kali ini kami melaporkan kamu lagi, kamu pasti akan dipecat/dihukum oleh kaisar.” Itulah sebabnya, ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus keluar, dan duduk di kursi pengadilan (ay. 13); dan pada akhirnya, Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan (ay. 16a).

Perhatikanlah, orang yang menggantungkan kebahagiaan diri mereka pada pendapat orang lain, sesungguhnya akan menempatkan diri mereka di luar kebenaran. Itulah yang dialami oleh Pilatus, sekaligus menjadi perenungan buat kita, pernahkah saudara “menyalibkan” Yesus/menyakiti Dia, untuk mempertahankan kehormatan saudara dan menyenangkan orang lain?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s