Komunitas Kristen yang Sejati

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 2:41-47
“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” (Kisah Para Rasul 2:42)

Ketika Petrus berkotbah di hari Pentakosta, begitu banyak orang yang percaya kepada Yesus dan dibaptis, kira-kira 3000 orang. Setelah itu, bagaimana kehidupan mereka sebagai orang-orang yang baru bertobat? Ternyata mereka membentuk suatu komunitas untuk bertumbuh bersama. Hal ini nampak dari apa yang mereka lakukan.

1. Bertekun dalam pengajaran para rasul
Mereka menyadari bahwa mereka sangat perlu belajar kebenaran, belajar bagaimana hidup sebagai orang yang percaya kepada Yesus, dari para rasul, karena para rasul adalah orang-orang yang terlebih dulu belajar dan mengerti tentang kebenaran, langsung dari Tuhan Yesus.

2. Bertekun dalam persekutuan
Mereka tidak hanya berkumpul dan belajar tentang kebenaran dari para rasul, mereka juga mengembangkan suatu komunitas yang punya kedekatan yang tulus satu sama lain, tidak egois, saling memperhatikan, sehingga yang berkelebihan mau menolong yang kekurangan dengan sukacita, bukan dengan terpaksa (ay. 44-45).

3. Bertekun dalam doa
Dalam setiap pertemuan, mereka juga selalu menekankan doa sebagai landasan persekutuan mereka. Ketekunan yang mereka lakukan membuat mereka bertumbuh secara pribadi dan juga secara komunitas. Buktinya mereka disukai semua orang, dan kehidupan mereka menjadi berkat bagi banyak orang, sehingga tiap-tiap hari Tuhan menambahkan orang-orang yang diselamatkan.

Bagaimana dengan komunitas atau gereja kita? Sudahkah memprioritaskan pengajaran kebenaran firman Tuhan? Apakah setiap jemaat punya kerinduan yang besar untuk makin mengenal Allah, melalui firman-Nya? Apakah setiap jemaat juga punya kerinduan yang besar untuk bersehati berdoa? Apakah di gereja kita juga tercipta suatu persekutuan yang indah, saling memperhatikan dan saling menolong?

Mari kita belajar dari komunitas jemaat mula-mula, meskipun mereka adalah orang-orang yang baru bertobat tapi mereka telah menunjukkan pertumbuhan rohani yang luar biasa. Jadilah kita “gereja” yang sehat dan bertumbuh.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s