Kuasa Kristus

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 3:1-26
“Tetapi Petrus berkata: Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” (Kisah Para Rasul 3:6)

Mukjizat tidak hanya menggemparkan orang di masa kini, namun juga di masa lampau. Demikian halnya dengan seorang pengemis yang mengalami kelumpuhan. Setiap hari ia duduk di Gerbang Indah di dekat Bait Suci untuk mendapatkan sedekah. Seolah-olah tidak ada hal lain lagi yang dibutuhkan, selain uang. Petrus menyadari ada hal yang lebih penting bagi pengemis itu, daripada uang. Ia butuh mengenal Kristus dan kuasa di dalam Kristus. Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari penyembuhan pengemis ini.

1. Kuasa nama Yesus Kristus

Nama Yesus bukanlah sekadar nama biasa. Nama itu memiliki kuasa untuk menolong setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kita berpikir, seseorang bisa beroleh hidup yang bahagia jika ia memiliki penghasilan tinggi dan keluarga yang harmonis. Di sekitar tahun 1670, diterbitkan sebuah buku hasil tulisan Blaise Pascal yang berjudul “Pensees.” Dalam buku ini dikatakan bahwa, dalam usaha manusia untuk mendapatkan kebahagiaan hidup, ia berusaha mengisi hidupnya dengan banyak hal yang ia temui, namun ada bagian yang tetap tidak bisa diisi oleh apapun juga, selain oleh Allah sendiri. Dalam Kisah Para Rasul 4:12, dikatakan, “Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Yesus membawa seseorang memiliki sebuah kualitas hidup yang penuh pengharapan dan sukacita. Karena itu setiap orang perlu percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

2. Keberanian untuk bersaksi tentang kuasa Yesus

Menceritakan tentang sesuatu yang istimewa adalah sesuatu yang biasa kita lakukan untuk buku, lagu, gadget, makanan, tempat wisata, atau berbagai produk lain. Tanpa disuruh-suruh, kita cenderung menjadi “juru iklan” bagi produk yang kita sukai. Maka seharusnya, jika kita telah merasakan kuasa Yesus, maka kita tidak akan berdiam diri. Kita akan rindu menyaksikan kuasa itu kepada orang lain. Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s