Ketidakjujuran Mendatangkan Maut

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 5:1-11
“… Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah …” (Kisah Para Rasul 5:5b)

Ketidakjujuran di hadapan TUHAN dapat mendatangkan kecelakaan. Inilah kisah yang digambarkan dalam Kisah Para Rasul 5:1-11, yang menceritakan kehidupan jemaat mula-mula, khususnya Ananias dan Safira. Di bagian sebelumnya ps. 4:32-37 (bdk. Kis. 2:41-47) dicatat, bahwa orang-orang yang sudah menjadi percaya Yesus Kristus melakukan beberapa kebiasaan; di antaranya, mereka membagi kepunyaan masing-masing kepada yang lain yang membutuhkan, mereka juga beribadah bersama dan memberi kesaksian tentang Yesus Kristus. Semuanya itu dilakukan atas dasar kerelaan dan kasih sebagai pola kehidupan mereka.

Sangat jelas terlihat bahwa sebagian jemaat kaya yang telah menjadi percaya kepada Yesus Kristus memiliki komitmen untuk menjual harta milik mereka dan membagi-bagikannya di antara mereka yang tidak mampu, sehingga semuanya dapat berkecukupan dan tidak kekurangan. Mereka menjual segala harta miliknya dan meletakkannya di bawah kaki rasul-rasul supaya dipergunakan sesuai dengan kebutuhan (Kis. 4:33-35). Pola kehidupan seperti ini menjadi ciri khas kehidupan jemaat mula-mula yang percaya kepada Yesus Kristus.

Berbeda dengan Ananias dan safira, istrinya. Kedua suami-istri itu bersepakat untuk membohongi para rasul. Hal ini kemudian menyebabkan mereka mati di hadapan rasul Petrus (Kis. 5:5 dan 10). Ketidakjujuran telah mendatangkan kecelakaan dan maut bagi Ananias dan Safira. Hal itu sangat mungkin karena hatinya telah dikuasai oleh Iblis, sehingga fokusnya “menguasai sebagian uang” yang menjadi hasil penjualan tanah tersebut. Hal ini tepat seperti yang dituliskan Alkitab, “di mana hartamu berada, di situ jugalah hatimu berada” (Mat. 6:21).

Ketidakjujuran Ananias dan Safira telah mengajarkan kita bahwa harta benda tidak menjamin kehidupan dan keselamatan hidup kita. Harta benda memang diperlukan untuk hidup, tetapi bukanlah prioritas utama di dalam seluruh kehidupan kita. Melalui harta benda yang kita miliki, kita dapat melayani TUHAN dan sesama dengan lebih efektif.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s