Telinga yang Membatu

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 7:54-60
”Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu Dia.” (Kisah Para Rasul 7:57)

Pembelaan yang disampaikan oleh Stefanus di hadapan Mahkamah Agama, sungguh menusuk hati para anggota Mahkamah Agama Yahudi tersebut, sehingga mereka pun menyambutnya dengan gertakan gigi (ay. 54). Apalagi setelah Stefanus mengatakan bahwa ia melihat langit terbuka dan Anak Manusia duduk di sebelah kanan Allah (ay. 56), maka semakin marahlah para anggota Mahkamah Agama tersebut. Mereka berteriak-teriak sambil menutup telinga dan menyerbu Stefanus (ay. 57).

Kebenaran yang disampaikan oleh Stefanus seharusnya membawa mereka kepada penyesalan dan permohonan belas kasihan, namun yang terjadi justru sebaliknya. Mereka menolak untuk mendengarkan kebenaran tersebut. Dari peristiwa ini kita melihat, bahwa sekali lagi orang Israel menolak kebenaran yang Tuhan sampaikan kepada mereka. Mereka hanya mau mendengar, apa yang mereka mau dengar. Sekalipun sebenarnya mereka tahu bahwa apa yang disampaikan oleh Stefanus itu benar, terbukti dari sikap mereka yang tidak membantah sedikitpun, namun hal tersebut malah semakin membuat mereka marah. Ketika kebenaran menelanjangi segala kebobrokan diri mereka, bukannya bertobat, mereka justru marah dan membunuh Stefanus.

Dari kejadian ini kita belajar, banyak orang sebenarnya tahu apa yang benar, tapi mereka seringkali tidak mau mendengarkan kebenaran. Mereka hanya mau mendengar apa yang baik dan enak didengar menurut mereka. Bukankah kita seringkali menemukan bahwa ketika Tuhan memakai orang lain untuk menunjukkan kesalahan kita, bukannya kita berterima kasih dan segera bertobat, tetapi kita justru menjadi marah besar, sama seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel.

Mari kita belajar untuk membuka telinga kita bagi teguran yang membangun hidup kita. Jangan kita merasa diri sudah pintar, sudah banyak belajar firman Tuhan sehingga tidak mau lagi menerima masukan orang lain, karena mungkin Tuhan memakai mereka untuk membawa kita ke jalan yang benar.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s