Anugerah Bagi yang Tidak Layak (1)

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 8:26-40
“Sahut Filipus: Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh. Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.” (Kisah Para Rasul 8:37)

Penganiayaan telah menyebabkan jemaat Tuhan perdana terpencar ke berbagai tempat, dan dengan cara itu Injil mulai disebarkan di seluruh negeri. Filipus adalah orang pertama yang membawa berita Injil kepada orang Samaria, menabur benih untuk gereja lintas budaya yang pertama kali. Samaria, yang selama ini bermusuhan dengan orang Yahudi, yang diremehkan dan dianggap kafir, telah menerima berita Injil dan meresponinya dengan iman.

Kemudian Allah mengutus Filipus untuk bertemu dengan seorang sida-sida Etiopia yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Jika Samaria adalah bangsa asing yang hidup bertetangga dengan Isael, maka sida-sida ini adalah orang asing yang datang dari tempat yang jauh, dari Afrika. Jika orang Samaria dianggap tidak layak menerima anugerah Injil, maka sida-sida inipun sama. Tapi era anugerah telah tiba. Karya salib telah digenapi, Kristus telah mati dan bangkit, bahkan sudah terangkat dari bumi dan kembali ke sorga. Kini anugerah akan diberikan kepada setiap bangsa dan suku dan bahasa, sesuai rencana kekal Allah.

Yesaya 56:4 menyatakan bahwa anugerah akan diberikan juga kepada orang-orang yang dikebiri. Inilah janji kemurahan Allah yang luar biasa. Pada zaman dahulu, para budak pria yang bertugas melayani Ratu, seringkali dikebiri supaya tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Ratu. Itu menjadi semacam nasib paling sial bagi seorang pria. Tetapi untuk orang seperti itu, Allah juga menyatakan anugerah-Nya. Sida-sida ini adalah seorang yang mempunyai hati yang takut akan Tuhan sehingga dia rela menempuh perjalanan jauh untuk menyembah Allah Israel, Yahweh yang hidup. Bukan berarti dia cukup baik sehingga layak mendapat anugerah, tetapi karena anugerah Allah sudah mengerjakan iman dalam hatinya. Demikian Filipus diutus untuk menyempurnakan rencana anugerah Allah atas sida-sida itu. Dia memberi penjelasan tentang rahasia firman hidup, dan sida-sida Etiopia itu pun menerima berita Injil dan membaptiskan dirinya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s