Lapar dan Haus Akan Firman

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 13:13-52
“Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Tuhan.” (Kisah Para Rasul 13:44)

Pada masa kini, di berbagai kota-kota besar, berbagai jenis makanan dan minuman terus bermunculan untuk memuaskan lidah manusia. Herannya, tidak henti-hentinya manusia terus menikmati makan-minum yang ditawarkan kepada mereka. Tidak ada yang keliru dengan hal ini, namun sayangnya, seringkali manusia hanya memuaskan kelaparan dan kehausan mereka akan makanan jasmani. Namun manusia lupa, ada sisi rohani yang harus dipuaskan dengan firman Tuhan. Pada waktu jiwa dan rohani manusia ini dipuaskan, maka kebahagiaan yang sejati itu akan dialami oleh manusia.

Dalam perikop yang kita baca hari ini, ada sebuah teladan yang baik dari orang-orang Antiokhia. Mereka tidak hanya mementingkan makanan jasmani, tetapi juga mementingkan makanan rohani. Kita bisa melihat bagaimana mereka begitu lapar dan haus akan firman Tuhan. Diceritakan awal mulanya mereka mendengarkan khotbah Paulus di rumah ibadat orang Yahudi di Antiokhia. Pada kali pertama berkhotbah, Paulus menceritakan tentang kematian dan kebangkitan Yesus. Selesai Paulus berkhotbah, ada banyak orang yang tertarik untuk mengerti lebih banyak mengenai diri Tuhan Yesus (Kis. 13:42). Karena begitu antusiasnya akan berita keselamatan itu, orang-orang yang di rumah ibadat itu tidak hanya mendengarkan Paulus di rumah ibadat saja, mereka dikatakan mengikuti Paulus dan Barnabas untuk lebih memahami kasih karunia Allah (Kis. 13:43). Luar biasanya, pada hari sabat berikutnya, dikatakan orang-orang dari seluruh kota Antiokhia berkumpul di rumah ibadat untuk kembali mendengarkan Paulus berkhotbah tentang Kristus yang mati dan bangkit itu (Kis. 13:44). Setelah mereka mendengarkan berita Injil itu, dikatakan bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan dan menjadi percaya (Kis. 13:48).

Bagaimanakah dengan kita, apakah kita merasa lapar dan haus akan firman Tuhan? Apakah kita menganggap firman Tuhan yang diberitakan pada kita, berharga dan kita terus tertarik untuk semakin mendalaminya?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s